Batalyon TNI Peringkus Gembong PKI Temukan Kayu Sakti di Tengah Hutan

Bayu Adi Wicaksono
·Bacaan 2 menit

VIVA – Prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) dari Batalyon Infanteri 407/Padma Kusuma, Komando Daerah Militer IV/ Diponegoro baru saja menemukan bukti-bukti kegiatan melanggar hukum di perbatasan negara RI dengan Malaysia.

Bukti itu ditemukan prajurit TNI Yonif 407/PK saat melakukan patroli pengecekan patok batas kedaulatan kedua negara di wilayah Kecamatan Ketungau Hulu, Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat.

Berdasarkan siaran resmi yang dilansir VIVA Militer, Selasa 2 Maret 2021, bukti yang ditemukan pasukan yang tergabung dalam Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) RI-Malaysia itu berupa puluhan batang kayu.

Menurut Komandan Satgas Pamtas RI-Malaysia, Yonif 407/PK, Letnan Kolonel Inf Catur Irawan, puluhan batang kayu yang diduga kuat hasil pembalakan liar ditemukan di tengah hutan lindung oleh prajurit dari Pos TNI Gunung Sepan badak.

"Adapun kayu yang diduga hasil pembalakan liar diamankan personel Satgas Pamtas sejumlah 23 batang kayu jenis meranti," kata Letkol Catur.

Saat ditemukan prajurit TNI, kayu tersusun rapi di antara pohon-pohon besar di hutan lebat itu. Kondisinya juga telah diolah dalam bentuk potongan papan berdiameter besar. Namun, tak seorang pun pelaku yang berada di lokasi.

Sejauh ini kayu-kayu masih berada di hutan. Hanya dalam status diamankan sebagai barang bukti. Penemuan ini juga telah dilaporkan ke komando atas untuk penanganan lebih lanjut.

Kayu meranti memang tumbuh subur di hutan-hutan Kalimantan. Meranti memiliki daya tarik tersendiri dan sangat laris di pasaran karena dikenal sebagai kayu sakti. Kesaktian dari kayu ini tak mempan dimakan rayap. Harganya juga lumayan tinggi.

Perlu diketahui, Yonif 407/Padma Kusuma merupakan satuan tempur infanteri yang bermarkas Desa Ujung Rusi, Kecamatan Adiwerna, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah.

Satuan ini memiliki sejarah nama besar yang tak bisa dianggap remeh. Batalyon ini merupakan salah satu satuan yang paling diandalkan TNI Angkatan Darat dalam operasi militer penumpasan G 30 S/PKI pada 1965 hingga 1966.

Dan yang luar biasanya, tak cuma menumpas pemberontak yang terlibat. Tapi pasukan Yonif 407/Padma Kusuma juga berhasil menangkap gembong alias tokoh G 30 S/PKI, Dwipa Nusantara Aidit alias D.N Aidit.

Pasukan Yonif 407/Padma Kusuma mendarat di Kalimantan Barat, setelah menempuh perjalanan panjang selama lima hari dari Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang, Jawa Tengah.

Mereka diberangkatkan pada 8 September 2020 dari Semarang dan tiba di Pelabuhan Dwikora, Kalbar, pada 13 September 2020, dengan menggunakan kapal perang TNI KRI Teluk Hading 538.

Ini merupakan kali pertama Yonif 407/Padma Kusuma dikerahkan ke perbatasan sektor timur RI-Malaysia di Kalimantan Barat. Batalyon ini sebelumnya pernah ditugaskan ke perbatasan Malaysia. Hanya saja ketika itu mereka ditugaskan di wilayah Kalimantan Timur pada 2012 hingga 2013.

Baca: Kisah Pendaki Bertemu Marinir TNI Jalan Kaki 300 Kilometer di Argopuro