Batam bersiap hadapi lonjakan wisman seiring pembukaan HarbourFront

Pemerintah Kota Batam, Kepulauan Riau bersiap hadapi lonjakan wisatawan mancanegara seiring dibukanya kembali Pelabuhan HarbourFront Singapura pada tanggal 15 Juni 2022.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Batam, Ardiwinata mengatakan pihaknya menggelar Rapat Koordinasi bersama CIQP (Bea dan Cukai, Imigrasi, Karantina, serta Syahbandar) dan pengelola pelabuhan, Jumat.

"Ada beberapa catatan penting terkait persiapan pembukaan Pelabuhan HarbourFront Singapura, diantaranya terjadinya lonjakan jumlah penumpang Batam-Singapura dan sebaliknya akibat dari dibukanya kembali rute HarbourFront ke seluruh terminal feri internasional di Batam. Dengan jadwal yang lebih padat dibandingkan dengan sekarang yang hanya dari pelabuhan Tanah Merah Singapura saja," kata Ardiwinata di Batam, Jumat.

Menurut Ardiwinata, Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) dipandang perlu untuk segera menambah jumlah personil, terutama pada front line yang terhubung untuk memproses QR Scan, sekaligus membantu wisman mengakses aplikasi PeduliLindungi.

"Karena tidak semua wisman mengerti dengan aplikasi PeduliLindungi. Selain itu kebersihan di sekitar lokasi pelabuhan juga perlu menjadi perhatian untuk memberikan kenyamanan bagi wisatawan," ujar dia.

Baca juga: Wisman asal Singapura mulai nikmati liburan di Batam
Baca juga: Sebanyak 11.371 WNA masuk Batam pada bulan Mei

Dalam rapat tersebut juga disampaikan beberapa usulan, di antaranya Visa on Arrival (VOA) ditiadakan dan digantikan dengan bebas visa kunjungan (BVK) atau Visa Exemption dan Visa Exemption diusulkan tidak terbatas kepada wisatawan dari sembilan negara Asean saja tetapi juga kepada 169 negara lainnya. Sebagaimana dilakukan Pemerintah RI sebelum pandemi COVID-19.

Lanjut Ardiwinata, pada tanggal 15 Juni tersebut dirinya akan menyambut wisman yang datang ke Batam yang akan diwarnai dengan penampilan musik Melayu.

"Kita akan tampilkan musik Melayu sebagai cara memuliakan tamu dalam hal ini menyambut kedatangan wisman ke Batam," terangnya.

Dalam kesempatan itu, Ardi juga mensosialisasikan Peraturan Daerah (Perda) No.1 Tahun 2018 tentang Pemajuan Kebudayaan Melayu. Perda tersebut diantaranya berisikan anjuran untuk menggunakan pakaian adat melayu, memperdengarkan musik dan lagu daerah melayu dan menghidangkan makanan khas Melayu di pelabuhan, hotel, restoran, pengelola bandara, dan pusat perbelanjaan.

"Apapun yang kita lakukan dalam pariwisata tetap mengedepankan kebudayaan. Bukan hanya kebudayaan Melayu saja, tetapi seluruh budaya Indonesia namun payungnya adalah kebudayaan Melayu," kata Ardiwinata.

Baca juga: DPRD : Wisman keluhkan lamanya hasil tes PCR keluar di Batam
Baca juga: Dispar minta pemerintah buka dua pelabuhan internasional di Batam
Baca juga: Tito sebut wisman Singapura sudah rindu berwisata ke Batam

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel