Batam Punya Platform BLE, Luhut Pede Investasi Deras Masuk

Raden Jihad Akbar, Mohammad Yudha Prasetya
·Bacaan 1 menit

VIVA – Pemerintah meluncurkan platform Ekosistem Logistik Batam atau Batam Logistic Ecosystem (BLE). Platform digital ini sebagai pilot project dari pengembangan ekosistem logistik nasional atau National Logistic Ecosystem (NLE).

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Pandjaitan, optimistis bahwa dengan diluncurkannya platform ini akan terjadi efisiensi biaya logistik. Sehingga Indonesia bisa lebih bersaing secara kompetitif dengan negara-negara tetangganya.

"Karena kita pastinya ingin segala sesuatu itu efisien. Jadi ada (skema) business to business (B2B) atau government to government (G2G) sehingga Indonesia juga bisa bersaing dari segi biaya (logistik)," kata Luhut dalam telekonferensi, Kamis 18 Maret 2021.

Baca juga: Tol Layang Pettarani Makassar Diresmikan, Walkot: Mimpi Jadi Kenyataan

Luhut meyakini bahwa dengan adanya upaya penyederhanaan sistem pembiayaan logistik tersebut, akan menarik masuk investasi ke Indonesia yang semakin besar ke depannya.

Sebab, kondisi biaya logistik di Indonesia saat ini diakui Luhut masih kerap tertinggal dalam hal efisiensi. Khususnya dibandingkan dengan negara tetangga seperti Singapura.

"Negara di seberang 13 persen, kita 25,3 persen. Masa beda hampir 10 persen. Kalau beda gitu banyak orang berpikir ngapain investasi ke indonesia. Makanya dengan itu terjadi, penerimaan negara akan tambah karena adanya efisiensi," kata Luhut.

Karenanya, apabila skema itu bisa direalisasikan, maka Luhut pun pede bahwa ke depannya penerimaan negara pun secara otomatis juga akan bertambah.

"Dalam hal efisiensi itu, misalnya kita menertibkan lego jangkar yang sekarang tinggal enam, sekarang kita kontrol, kita promosikan bergelombang sehingga 81 ribu kapal itu, kalau kita bisa ambil 20 persen saja, itu kita sudah dapat penerimaan yang cukup besar," ujarnya.