Baterai kendaraan listrik China mampu tempuh 1.000 km sekali isi daya

Produsen baterai lithium-ion otomotif di China, Contemporary Amperex Technology Co., Ltd. (CATL), pada Kamis (23/6) memperkenalkan baterai baru yang memungkinkan kendaraan listrik menempuh jarak lebih dari 1.000 kilometer (km) dalam satu kali pengisian daya.

Menggunakan teknologi cell-to-pack (CTP) generasi ketiga, baterai bernama Qilin ini, atau baterai CTP 3.0, memiliki efisiensi pemanfaatan volume sebesar 72 persen dan densitas energi hingga 255 Wh/kg untuk sistem baterai terner, memberikannya tingkat integrasi tertinggi di dunia, menurut CATL.

Baterai ini diberi nama seperti makhluk legendaris bernama "Qilin" dalam mitologi China.

Dengan mengintegrasikan sel secara langsung ke dalam baterai tanpa modul, teknologi CTP menyempurnakan densitas energi sistem, menyederhanakan manufaktur, dan membantu menekan biaya.

Selain itu, baterai CTP 3.0 memiliki peningkatan dalam masa pakai, keamanan, kecepatan pengisian daya, dan kinerja pada suhu rendah.

Reliabilitas siklus hidup penuh serta ketahanan produk terhadap guncangan dan getaran ditingkatkan oleh unit energi terintegrasi, yang terdiri dari sel dan antarlapisan (interlayer) elastis multifungsi.

Baterai ini memiliki keamanan dan stabilitas termal, dan oleh sebab itu kompatibel dengan material dengan densitas energi yang lebih tinggi dalam peningkatan produk.

Dalam keadaan ekstrem, sel dapat didinginkan dengan cepat, sehingga mencegah konduksi termal abnormal antar sel. Sementara itu, pengisian daya hanya membutuhkan waktu 10 menit dalam mode cepat.

Baterai Qilin rencananya diproduksi secara massal dan tersedia di pasaran pada 2023, kata CATL.


Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel