Batu Meteor Laku Terjual hingga Rp 200 juta di Tapanuli, Berikut 5 Faktanya

·Bacaan 2 menit

DREAMERS.ID - Pria bernama Joshua Hutagalung (34) asal Desa Satahu Nauli, Kecamatan Kolang, Tapanuli Tengah, Sumatra Utara. Pada awal September lalu, mendapat uang sebasar Rp 200 juta setelah menjual batu meteor yang sempat menimpah rumahnya.

Peristiwa tersebut sangat langka dan membuat heboh seluruh warga Indonesia, hingga menjadi pemberitaan internasional. Melansir dari CNN Indonesia, berikut adalah beberapa fakta soal batu meteor yang akhirnya dibeli oleh warga Amerika Serikat (AS).

Meteor Jenis Kondrit CM 1-2

Lembaga Penerbangan dan Antariksa (LAPAN) mengatakan meteor yang jatuh tersebut adalah meteorit kondrit CM 1-2. Batu meteor itu juga mengandung sekitar 20 persen besi dan 25 persen silika (seperti kaca/pasir). Kandungan logam mulia atau logam tanah sangat kecil ditemukan pada jenis meteorit itu.

"Dengan kata lain, masih ada indikasi bahwa meteor tersebut masih menyimpan informasi tentang masa lalu tata surya. Inilah yang membuat meteor ini bernilai dari perspektif ilmiah," ujar Peneliti LAPAN, Rhorom Priyatikanto.

Bernilai Miliaran, dibeli kolektor meteor AS

Mengutip Daily Mail via CNN Indonesia, Jared Collins merupakan ahli meteor asal Amerika Serikat (AS). Ia kemudian mengaku dikirim oleh kolektor bernama Jay Piatek untuk mengamankan meteorit dan melakukan negosiasi harga dengan Josua.

"Ponsel saya menyala dengan tawaran gila bagi saya, saya kemudian pesan tiket pesawat," kaya Jared. "Saya membawa uang sebanyak yang saya bisa kumpulkan dan pergi mencari Josua, yang ternyata adalah negosiator yang cerdik," tambahnya.

Pecahan batu tersebut kemudian dijual kembali oleh seorang kolektor kedua melalui situs jual-beli eBay seharga 757 poundsterling (Rp 14,1 juta) per gram. Harga batu seberat 1.800 gram yang dijual Josua bisa mencapai hampir 1,4 juta poundsterling atau setara dengan Rp 26 miliar.

Total 60 ribu Meteor yang Pernah Jatuh ke Bumi

Tercatat lebih dari 60 ribu meteorit telah ditemukan di Bumi. Para ilmuwan membagi meteorit ini menjadi tiga jenis utama, yakni berbatu, besi, dan besi berbatu. Masing-masing jenis itu memiliki banyak sub-kelompok. Melansir NASA, para ilmuwan memperkirakan bahwa sekitar 48,5 ton (44.000 kilogram) materi meteorit jatuh di Bumi setiap hari.

Meteor yang Jatuh ke Bumi Rata-rata Jenis Kondrit

Kondrit sendiri diklasifikasikan menjadi dua kelompok utama, yakni biasa dan karbon. Kondrit biasa adalah jenis meteorit berbatu yang paling umum. Sebanyak 86 persen dari semua meteorit yang jatuh ke Bumi merupakan kondrit biasa. Kondrit terbentuk dari debu dan partikel kecil yang bersatu membentuk asteroid di tata surya awal, lebih dari 4,5 miliar tahun yang lalu.

Peluang Batu Meteor Jatuh ke Bumi Kecil

LAPAN menyampaikan bahwa potensi kejatuhan meteor seperti yang dialami Joshua di Tapanuli teramat kecil. Pertama, banyak meteor berukuran kecil dan habis terbakar di atmosfer. Kedua, sebaran manusia di Bumi masih terbilang tak merata sehingga probabilitas tertimpa menjadi lebih kecil.

Berita Lainnya :

Jokowi Berencana Bubarkan 29 Lembaga Negara, Ada 10 Nama dalam Waktu Dekat

Penulis Biografi Blak-blakan Soal Sosok dan Psikologis Donald Trump