Batuk-batuk Ala Nazaruddin

Pramono Anung Tak Percaya Tuduhan Nazaruddin

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Mantan Bendahara Umum Partai Demokrat M Nazaruddin kini berada di Singapura. Ia mengaku sedang berobat. Senin (30/5/2011), Nazaruddin bisa dihubungi sekaligus dikonfrontir dengan Sekjen MK Djanedri M Gaffar.

Saat berdebat sengit dengan Djanedri M Gaffar, politisi berusia 32 tahun itu kerap terbatuk-batuk.

"Saya akan laporkan Pak Djaned (Djanedri) terkait pengadaan baranag di MK dan pencemaran nama baik saya dan keluarga, ke polisi. Pak Djaned berbohong dan telah merekayasa ini," ujar Nazarudin sambil terbatuk-batuk saat diwawancara salah satu televisi swasta nasional.

Tak hanya sekali. Terhitung lebih dari delapan kali selama perbincangan tersebut, Nazaruddin selalu terbatuk-batuk. "Uhuk..uhuk," Suaranya pun juga terdengar sedikit serak.

Dalam perdebatannya dengan Djanedri, Nazaruddin mengelak telah memberikan uang sebesar 120 ribu dolar Singapura kepada Djanedri. Ia juga membantah telah menerima uang yang dikembalikan lagi oleh Djanedri.

"Tidak benar semua itu. Pak Djaned berbohong, ini rekayasa," ulang Nazaruddin.

Namun Djanedri tetap percaya diri. Ia mengatakan bahwa uang tersebut diberikan Nazaruddin di sebuah restoran pada 23 Maret 2011. Sehari setelah menerima uang, ia melapor ke Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD.

Selanjutnya, uang tersebut diantar oleh staf Djanedri bernama Fransiska dan sopir di MK. Uang diterima oleh Satpam di rumah Nazaruddin.

"Setelah uang saya kembalikan, Pak Nazar lalu telepon ke saya. Waktu itu, saya sedang rapat bersama Kepala Biro dan Kepala Pusat (di gedung MK). HP sengaja saya speaker phone, jadi Kepala Biro dan Kepala Pusat mendengar semua percakapan itu. Pak Nazar bilang, kenapa uang dikembalikan, itukan untuk persahabatan," ujar Djanedri tak mau kalah.


Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel