Batuk dan pilek dominasi penyakit jamaah setelah puncak haji

Kepala Pusat Kesehatan Haji Budi Sylvana mengatakan batuk dan pilek merupakan penyakit yang banyak dialami jamaah setelah puncak haji berakhir.

"Untuk pascaArmuzna sudah mulai bergeser, kalau awalnya hipertensi dan jantung, sekarang bergeser batuk dan pilek yang mendominasi jadi lima terbesar," kata Budi di Mekkah, Arab Saudi, Selasa.

Karena itu, jamaah diimbau tetap memakai masker terutama selama melaksanakan ibadah di tempat orang banyak berkumpul seperti Masjidil Haram.

Baca juga: Amirul Hajj: Kerja super tim berhasil turunkan angka kematian jamaah

Baca juga: Keluarga diimbau tak jemput jamaah haji di bandara maupun asrama haji

Menurut Budi, mendominasinya batuk dan pilek karena pengaruh cuaca dan kelelahan yang menyebabkan kondisi ketahanan dan kesehatan jamaah menurun.

"Per hari ini sekitar 15 ribu orang batuk pilek, itu yang mendominasi," tambah Budi.

Puncak haji mulai dari wukuf di Arafah, mabit atau bermalam sejenak di Muzdhalifah dan selama dua sampai tiga hari mabit di Mina untuk melontar jumrah menguras energi karena merupakan ibadah fisik.

Bahkan melontar jumrah dinilai sebagai puncak dari ibadah fisik karena jamaah harus berjalan sekitar delapan kilometer setiap hari untuk melontar jumrah dari tenda di Mina ke Jamarat.

"Kami imbau jamaah tetap memakai masker karena dapat memproteksi jamaah dari penyakit terutama batuk pilek," katanya.

Baca juga: Petugas seksus Masjidil Haram ditambah untuk layani tawaf ifadah

Baca juga: Petugas seksus Masjidil Haram ditambah untuk layani tawaf ifadah

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel