Bau Busuk Sampah Berserakan di Pekanbaru, Jawaban Dinas LHK Tidak Nyambung

Merdeka.com - Merdeka.com - Udara Kota Pekanbaru tercemar dengan aroma busuk dari sampah limbah rumah tangga. Tumpukan sampah terlihat di sejumlah jalan protokol dan di tengah kota.

Seperti di Jalan Soekarno-Hatta, Jalan SM Amin, Jalan Rajawali, Jalan Air Hitam, serta jalan dalam kota lainnya. Tumpukan sampah berserakan karena tidak diangkut Pemkot Pekanbaru.

"Kami harap maklum, kan Pemko Pekanbaru memang belum bisa menyelesaikan persoalan sampah di kota ini, jadi percuma saja cuap-cuap tapi tak dikerjakan," ujar Citra, salah satu warga Pekanbaru kepada merdeka.com, Senin (5/9).

Syaiful, warga Pekanbaru lainnya mengeluhkan bau busuk setiap melewati Jalan Soekarno Hatta. Padahal, di jalan itu banyak sekolahan dan klinik kesehatan.

"Kan lucu, anak-anak sekolah atau warga yang berobat tercium bau sampah saat lewat Jalan Soekarno Hatta ini. Bagaimana solusi dari Pemko Pekanbaru, belum ada tindakan pasti kami lihat," ketus Syaiful.

Syaiful berharap Pemkot Pekanbaru bisa segera mengambil tindakan. Salah satunya menurunkan tim siaga dan patroli untuk mengurus persoalan sampah di Pekanbaru.

Sampah rumah tangga membuat bau busuk dan dikerubuni lalat membuat warga khawatir. Selain tak nyaman, masyarakat juga khawatir terkena penyakit.

"Tolong lah Pak Pj Wali Kota (Muflihun), kan pemerintah tidak mau masyarakat sakit, beresin lah sampah-sampah ini. Sisa kulit durian juga banyak sekali, lalat di tumpukan sampah itu bisa menyebabkan penyakit," ucap Heru warga lainnya.

Sementara di Jalan Rajawali, Bina Widya Pekanbaru, terlihat sampah berserakan hingga sepanjang puluhan meter. Sampah yang tidak diangkut mulai mengeluarkan aroma busuk.

"Persoalan sampah salah satu PR Pejabat Wali Kota. Mestinya masalah ini menjadi prioritas Pak Pj Wako," kata Saraswati, seorang ibu rumah tangga.

Tumpukan sampah di Kota Pekanbaru sempat berkurang setelah Muflihun ditunjuk Menteri Dalam Negeri sebagai Pj Wali Kota. Di mana saat dilantik pada 23 Mei lalu, persoalan sampah disindir Gubernur Riau Syamsuar.

Ketika itu, Syamsuar meminta Muflihun untuk menyelesaikan berbagai permasalahan yang ditinggalkan wali kota lama, Firdaus. Ada sampah, banjir dan jalan rusak yang harus menjadi prioritas.

Sayangnya setelah 100 hari kerja, sampah yang sempat berkurang kembali muncul di sejumlah lokasi akhir-akhir ini.

Sementara itu, Muflihun menjawab persoalan sampah yang menjadi keluhan masyarakat. Dia mem-posting video saat melihat tumpukan sampah di Jalan Gulama Pekanbaru.

Setelah melihat tumpukan sampah yang memenuhi pinggiran jalan tersebut, Muflihun lantas menguhubungi Kepala Dinas LHK Pekanbaru Hendra Afriadi melalui handphone.

"Pak Kadis. Ini sampah kenapa di Gulama ni Pak Kadis," kata Muflihun ke Hendra di video yang diunggah pada Minggu (4/9) malam itu.

"Ini bukannya sampah baru. Bertumpuk-tumpuk ini, dah lama ini Pak," ujar Muflihun.

Kemudian Hendra menjawab dengan nada suara yang samar hingga tidak terdengar dalam unggahan itu. Namun, Muflihun menilai jawaban Hendra tidak menyambung dengan penyampaiannya.

"Itu ndak alasannya Pak. Pasti bapak enggak nyambung ni. Bapak nyambung enggak yang saya maksud itu?" kata Muflihun.

Mendengar nada sedikit marah, Hendra hanya menyampaikan kata siap ke Muflihun. "Siap-siap Pak Wali," kata Hendra.

Muflihun lantas meminta Hendra untuk mengambil tindakan tegas terkait persoalan sampah yang ada dihadapannya tersebut.

"Ditunggu, dijaga, sampai orang terbiasa. Ini kebiasaan Pak," ketus Muflihun.

Hendra kembali menjawab dengan kata siap. Namun, jawaban Hendra kali ini membuat Muflihun marah.

"Siap-siap aja dari kemarin Pak. Ini kayak gini terus. Parah kali di Gulama ini Pak," kata alumni IPDN itu. [cob]