Bawa Juru Masak Profesional, Risma Latih Pemulung Buka Usaha Kuliner

Dusep Malik, Eduward Ambarita
·Bacaan 1 menit

VIVA – Menteri Sosial, Tri Rismaharini menghadirkan langsung tim dari Surabaya Hotel School untuk memberikan pelatihan memasak. Pelatihan diberikan sebagai bekal membuka sentra produksi dan kuliner bagi para pemulung yang sementara ini tinggal di Balai Karya Pangudi Luhur, Bekasi, Jawa Barat.

Baru-baru ini saja, pelatihan memasak diikuti oleh perwakilan 30 peserta yang terdiri atas penerima manfaat dan pendamping dari dua Balai Karya. Mereka mendapat pelatihan dari 9 orang instruktur yang berjalan selama enam hari hingga 31 Januari 2021.

"Kegiatan ini bertujuan untuk memotivasi penerima manfaat supaya pandai atau pintar mengolah makanan secara baik dan benar, sehingga mereka nantinya mempunyai bekal dan ilmu yang cukup untuk membuat usaha kuliner secara mandiri," kata Risma saat menghadiri langsung di lokasi pelatihan dalam keterangannya, Jumat 29 Januari 2021.

Pelatihan memasak juga sejalan dengan dibukanya sentra produksi dan kuliner di Balai Karya Pangudi Luhur. Hal ini juga sebagai bentuk layanan rehabilitasi sosial dan pemberdayaan sosial.

Kementerian yang dipimpinnya, kata Risma, ingin mewujudkan warga telantar ke depan dapat hidup mandiri, mengubah cara berpikir dan perilaku melalui Asistensi Rehabilitasi Sosial yang dikembangkan di balai.

"Ini menjadi konsep penanganan warga telantar yang sifatnya komprehensif, membantu hingga tuntas agar warga telantar dapat hidup layak dan mandiri," kata mantan wali kota Surabaya itu.

Kepala Balai Karya Pangudi Luhur Bekasi, Kokom Komalawati, menyampaikan bahwa pelatihan diberikan setidaknya agar para peserta mengerti mengolah masakan dengan baik dan benar.

Dengan harapan tentunya, suatu saat terjun ke usaha kuliner, terus mengasah kemampuannya dan pintar memasak untuk kalangan atas maupun bawah.

Sementara itu, perwakilan Surabaya Hotel School berharap, yang tidak kalah penting dari pelatihan ini adalah bagaimana para juru masak diajarkan juga mengenai kebersihan makanan.

“Ilmu yang sudah didapat agar dapat dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari sekaligus bisa menambah pendapatan ekonomi," kata Kokom.