Bawa Pistol Mainan, Remaja Diamankan di Sekitar Kedubes Prancis

Daurina Lestari, Willibrodus
·Bacaan 2 menit

VIVA – Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Pol Heru Novianto mengatakan, dalam aksi demonstrasi yang berlangsung hari ini, polisi mengamankan sejumlah remaja di sekitaran Kedutaan Besar Prancis. Setelah diperiksa, salah satu remaja yang diamankan ini membawa satu pucuk pistol mainan.

"Tadi yang di Kedutaan Prancis ada beberapa orang yang kami amankan. Beberapa yang kita cek, memang dia dari buruh bukan, ormas bukan. Tapi intinya kita scanning karena tadi ada yang bawa pistol mainan. Memang mainan, tapi kan enggak pada tempatnya dibawa ke tempat aksi seperti ini," kata Heru, Senin 2 November 2020.

Heru menambahkan, aksi hari ini yang berlangsung di patung kuda oleh massa buruh dan di Jalan MH Thamrin oleh massa FPI ini berlangsung tertib. "Aksi hari ini buruh cukup tertib ya. Mereka cukup komit, rapi, bahkan mereka mengikuti aturan yang ada. Alhamdulillah aksi hari ini berjalan dengan baik," tuturnya.

Baca juga: Bursa Calon Ketum PPP, dari Khofifah hingga Sandiaga Uno

Namun, dia menjelaskan, mereka yang diamankan oleh aparat kepolisian rata-rata merupakan remaja. Remaja yang diamankan ini berjumlah 10 orang.

"Tadi ada 10 orang yang kami amankan. Rata-rata mereka pelajar, karena di bawah usia 17 tahun semua," kata Heru.

Para remaja ini telah dibawa oleh aparat untuk diperiksa. Remaja-remaja ini dibawa ke Polres Metro Jakarta Pusat.

Massa dari Front Pembela Islam (FPI) dan Persaudaraan Alumni 212 melakukan aksi demo mengecam Presiden Prancis Emmanuel Macron. Demo dilakukan di gedung Kedutaan Besar Prancis, Jakarta Pusat.

Pantauan VIVA di lokasi, terlihat sejumlah gambar foto Macron ditebar di jalan dan dibiarkan dilindas mobil. Foto itu pun diinjak pejalan kaki dan kendaraan roda empat yang sedang melintas.

Foto-foto tersebut sengaja diletakkan di Jalan MH Thamrin, tepatnya di depan gedung Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu).

"Tidak ada tempat bagi seorang penista Nabi. Presiden Prancis Macron telah menista agama Islam di seluruh dunia," kata seorang orator di atas mobil komando di lokasi unjuk rasa.