Bawa Sabu, Kepala Sekolah Dicopot  

TEMPO.CO, Tangerang - Kepala Dinas Pendidikan Kota Tangerang, Tabrani, mencopot Dudung Idrus, 51 tahun, dari jabatannya sebagai Kepala SMAN 8 Tangerang. Dudung telah ditetapkan sebagai tersangka kasus kepemilikan narkotik jenis sabu. "Terhitung Rabu, 29 Mei 2013, kami mencopot dia dari jabatannya," kata Tabrani kepada Tempo, Rabu, 29 Mei 2013.

Sedangkan untuk sanksi pemberhentian sebagai pegawai negeri sipil (PNS), Dinas Pendidikan masih akan memprosesnya melalui BKPP.

Posisi Dudung selanjutnya diisi oleh Asril, yang sebelumnya menjabat wakil kepala sekolah bidang kehumasan di SMAN 8. Menurut Asril, ia dan para guru tidak mengetahui bahwa Dudung ternyata pecandu narkoba. Apalagi Dudung juga baru menjabat selama enam bulan di sekolah tersebut. "Jajaran guru belum mengenal jauh kepribadiannya. Penangkapannya kami tahu dari membaca koran dan melihat televisi," kata Asril.

Dudung dicokok Kepolisian Resor Kota Tangerang setelah membeli sabu di Kampung Ambon, Jakarta Barat. Pada jok mobil Dudung ditemukan satu paket sabu seberat 0,5 gram. Menurut Kepala Satuan Narkoba Polres Kota Tangerang, Komisaris I Gede Gotia, Dudung sudah lama diincar.

Pada Rabu lalu, polisi mendapat informasi bahwa Dudung baru membeli sabu di Kampung Ambon. Polisi akhirnya mencegat Dudung di Jalan Raya Asahan, Perumnas I, Cibodas, Kota Tangerang. "Yang bersangkutan sedang berkendara menuju sekolah," kata Gotia.

Kepada polisi, Dudung mengaku menggunakan narkoba sebelum berangkat ke sekolah. Perbuatan itu dilakukan karena dia tidak bisa berkonsentrasi di sekolah jika tidak menggunakan sabu-sabu.

AYU CIPTA

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.