Bawa Sabu, Pengendara Motor di Surabaya Harus Mendekam di Penjara

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Surabaya - WH (32), warga Simokerto Kota Surabaya kembali harus mendekam di penjara lantaran kasus yang pernah dia alami sebelumnya yaitu sabu-sabu.

"WH ini merupakan warga Simokerto Kota Surabaya dan ditangkap di depan pintu timur Kapasari Pedukuhan Gang IX pada Sabtu 25 September," ujar Kepala BNNP Jatim Brigjen Pol M Aris Purnomo, Rabu (29/9/2021).

WH saat ditangkap sedang mengendarai sepeda motor dan diduga membawa, memiliki, menyimpan dan menguasai narkotika jenis sabu-sabu.

"Kami menggeledah WH dan menemukan dua paket sabu-sabu yang dibungkus menggunakan kain putih dan disimpan di dalam tas plastik warna hitam," ucapnya.

"Sabu-sabu tersebut diletakkan di cantolan bagian depan sepeda motor dengan total berat 201 gram dengan berat masing-masing bungkus 101 gram dan 100 gram," ucap Aris.

Kepada petugas, lanjut Aris, tersangka WH mengaku mendapat perintah dari bosnya bernama Yasin yang sekarang masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) untuk mengambil dua paket sabu-sabu dari rumah mertua Yasin di Kapasari Pedukuhan Gang IX Nomor 32 A Surabaya.

Paket sabu tersebut kemudian hendak dikirim ke daerah Sencaki Gang II Surabaya dengan sistem ranjau.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Upah Rp 50 Ribu

Sabu-sabu. Ilustrasi: Dwiangga Perwira/Kriminologi.id
Sabu-sabu. Ilustrasi: Dwiangga Perwira/Kriminologi.id

"Tersangka WH ini mengaku bekerja dengan Yasin sebagai kurir sejak bulan Juli 2021 dan mendapatkan upah Rp 50 ribu setiap pengiriman," katanya.

"Tersangka WH juga mengaku sudah tujuh kali disuruh Yasin menerima penyerahan narkotika jenis sabu-sabu atau inex dengan cara mengambilnya lewat sistem ranjau," ujarnya.

Selain mengamankan barang bukti sabu-sabu dengan total berat bruto 201 gram dengan berat masing-masing bungkus 101 gram dan 100 gram, BNNP Jatim juga menyita satu buah ponsel dan satu unit sepeda motor.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel