Bawaslu Belum Ketahui Hasil Perbaikan Persyaratan Partai

Tanjungpinang (ANTARA) - Badan Pengawas Pemilu Provinsi Kepulauan Riau belum mengetahui hasil perbaikan persyaratan partai politik calon peserta Pemilu 2014.

"Proses perbaikan persyaratan sudah berjalan hingga 24 November 2012, namun KPU Kepulauan Riau (Kepri) belum menginformasikan kepada kami," kata Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kepri Razaki Persada, di Tanjungpinang, Sabtu.

Berdasarkan hasil pengawasan Bawaslu Kepri, kata dia, beberapa partai calon peserta Pemilu 2014 belum memenuhi persyaratan. Bawaslu Kepri telah melaporkan, beberapa partai belum memiliki kepengurusan yang mencapai 75 persen di Kabupaten/Kota di wilayah tersebut.

Selain itu, keterwakilan perempuan di dalam kepengurusan juga belum mencapai 30 persen dan beberapa partai tidak memiliki sekretariat di ibu kota Kepri, Tanjungpinang.

"Partai yang tidak memenuhi persyaratan tersebut dipastikan gagal menjadi peserta pemilu," ungkapnya.

Namun Bawaslu Kepri belum memperoleh informasi dari lembaga penyelenggara pemilu terkait hasil perbaikan persyaratan yang dilakukan partai. Padahal informasi itu penting agar dapat ditindaklanjuti.

"KPU Kepri kurang koordinasi sehingga kami tidak dapat membeberkan nama partai yang belum memenuhi persyaratan. Data terkait kelengkapan persyaratan berdasarkan hasil verifikasi hanya diketahui oleh lembaga penyelenggara pemilu," ujarnya yang juga mantan anggota KPU Kepri.

Razaki mengemukakan, proses verifikasi perbaikan dilaksanakan mulai 24 November 2012 hingga pertengahan Desember 2012. Masa verifikasi ini perlu diawasi secara ketat agar hasilnya sesuai dengan harapan masyarakat dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

"Kami berharap Panwaslu Kabupaten/Kota yang ditargetkan terbentuk pada awal Desember 2012 dapat memperkuat pengawasan terhadap proses verifikasi perbaikan persyaratan partai," katanya.(rr)



Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.