Bawaslu Temukan Pelanggaran Tekhnis

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA-- Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) menemukan pelanggaran yang bersifat teknis dalam pemilukada DKI Jakarta. Hal ini disampaikan oleh Muhammad, Ketua Bawaslu.

"Yang ditemukan selama pemantauan hanya bersifat teknis saja," kata Muhammad dalam konferensi pers di kantornya, Rabu (11/7/2012).

Lebih lanjut Muhammad menjelaskan beberapa masalah teknis yang terjadi. Contohnya seperti daftar pemilih yang tidak dicantumkan di dekat TPS. Atau TPS yang tidak mengakomodasi luber jurdil.

"TPS yang tidak mengakomodasi luber jurdil, konsep kerahasiaannya tidak terjaga. Seperti bilik suara yang masih dapat terlihat oleh orang lain," katanya.

Selain itu juga Bawaslu juga menemukan undangan pemilih yang belum diberi cap. Dan juga salah pendataan, di Jakarta Barat ada seorang mantan rt yang tidak terdaftar untuk memilih.

Bawaslu akan terus bekerja hingga pemilukada selesai. Apabila ada temuan yang datang dari panwaslu yang sifatnya substansial, bawaslu akan segera menindak. "Kita tunggu laporan yang sifatnya substansial dari Panwaslu," kata Muhammad.

Berita Terkait: Pemilihan Gubernur DKI
  • 217 Pemilih di TPS Nachrowi Tidak Mencoblos
  • Mayangsari: Makin Macet Jakarta, Makin Makmur Rakyatnya
  • Strategi Jokowi: OTB atau Organisasi Tanpa Bentuk
  • Adik Ipar Doakan Jokowi-Basuki
  • Anggota KPU Apresiasi Pencoblosan di LP Cipinang
  • Jokowi-Ahok Unggul Versi Quick Count LSI
Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.