Bayar Gaji Karyawan, PT Kertas Leces Jual Aset  

  • Orang Indonesia Rentan Menjadi Miskin

    Orang Indonesia Rentan Menjadi Miskin

    TRIBUNnews.com
    Orang Indonesia Rentan Menjadi Miskin

    TRIBUNNEWS.COM - Sekitar 75 persen dari penduduk Indonesia memenuhi kehidupannya dengan uang kurang dari 4 dollar AS per hari. …

  • Lima Ribu Hektare Sawah Hilang untuk Jalan Tol

    Lima Ribu Hektare Sawah Hilang untuk Jalan Tol

    Tempo
    Lima Ribu Hektare Sawah Hilang untuk Jalan Tol

    TEMPO.CO, Surakarta - Pembangunan jalan tol yang menghubungkan dua kota terbesar di Indonesia, Jakarta dan Surabaya, berdampak menyusutnya lahan pertanian. …

  • Potensi hasil laut senilai Rp 360 triliun raib

    Potensi hasil laut senilai Rp 360 triliun raib

    Merdeka.com
    Potensi hasil laut senilai Rp 360 triliun raib

    MERDEKA.COM. Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) menilai, sejak Presiden SBY mengeluarkan Instruksi Presiden No.15 Tahun 2011 tentang Perlindungan Nelayan, armada perikanan nasional justru bertumpuk di perairan kepulauan. …

TEMPO.CO, Probolinggo - PT Kertas Leces Probolinggo Jawa Timur berencana menjual asetnya untuk membayar gaji karyawan menyusul kondisi perusahaan yang terpuruk. Rencana itu terungkap dalam pernyataan sikap keluarga besar karyawan perusahaan itu di Posko Unjuk Rasa Karyawan PT Kertas Leces, di Kecamatan Leces, Selasa, 10 April 2012.

Ketua Umum Serikat Pekerja PT Kertas Leces  Jodi Sugiarto mengatakan, sejak 22 bulan terakhir PT Kertas Leces berhenti beroperasi. Terhitung Mei 2010, meski tak beroperasi, perusahaan masih mengaji karyawan.

 

Namun Jodi tak bisa memastikan sampai kapan perusahaan masih kuat membayar gaji karyawan. Sebab tanggungan yang kudu dibayar perusahaan ke karyawan senilai Rp 4 miliar. "Kalau anggaran tidak lagi mencukupi maka sumber dana untuk membayar gaji harus menunggu hasil penjualan aset berupa besi bekas, kendaraan, tanah dan gudang," kata Jodi kepada wartawan, Selasa, 10 April 2012.

Menurut Ketua Umum Serikat Pekerja Sejahtera PT Kertas Leces Muji Slamet, dari penjualan aset setelah dikurangi berbagai pengeluaran lainnya masih ada sisa Rp 15 miliar. "Dari pada habis lebih baik untuk memenuhi hak karyawan," ujarnya.

Dalam pernyataan sikapnya, Ketua Umum Serikat Pekerja PT Kertas Leces (SPKL) Jodi Sugiarto mengatakan kondisi finansial perusahaan saat ini hanya mengandalkan sisa hasil penjualan tanah dan gudang Cibitung. "Jika dialokasikan untuk membayar hak-hak karyawan yang terhutang dan kewajiban lainnya akan habis," ucap Jodi.

Serikat Pekerja juga mencium adanya indikasi pembiaran ke arah penjualan aset yang pada akhirnya berakibat pailitnya perusahaan tanpa memperhatikan aspek perlindungan kepada hak karyawan.

Direktur Utama PT Kertas Leces, Martoyo Sugandi, hingga berita ini ditulis belum bisa dimintai konfirmasi. Telepon selulernya tidak diangkat ketika dihubungi Tempo.

Sementara itu Bagian Hubungan Masyarakat PT Kertas Leces, Cilik Suharyadi, saat dikonfirmasi Tempo tidak menampik ihwal pembayaran upah karyawan dari hasil penjualan aset. "Ibaratnya sebuah rumah tangga. Anak-anaknya minta nasi tapi tidak punya uang untuk membeli beras. Ya, akhirnya perabot rumah tangga hingga panci dijual agar anak-anak tetap bisa makan," tutur Cilik melalui sambungan telpon.

Cilik menjelaskan pula bahwa belum lama ini pihak PT Kertas Leces sudah bertemu Ketua DPR-RI, Marzuki Alie, Komisi VI DPR RI serta Kementerian Keuangan. "Tahun ini akan dapat dana Rp 200 miliar. Doakan saja semoga lancer urusannya," kata Cilik.

DAVID PRIYASIDHARTA

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Memuat...