Bayar Gaji Karyawan, PT Kertas Leces Jual Aset  

  • Tak becus garap geotermal, Dahlan pecat bos PLN dan Pertamina?

    Tak becus garap geotermal, Dahlan pecat bos PLN dan Pertamina?

    Merdeka.com
    Tak becus garap geotermal, Dahlan pecat bos PLN dan Pertamina?

    MERDEKA.COM. Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan menyiapkan sanksi untuk Direktur Utama PLN Nur Pramudji dan Direktur Utama Pertamina Karen Agustiawan dalam masalah pemanfaatan panas bumi menjadi sumber energi listrik. Menurut Dahlan, energi panas bumi atau geotermal selama ini tidak dimanfaatkan karena ada ketidakcocokan harga antara PLN dan Pertamina. …

  • Survei Ipsos: 'Standar Hidup di Jakarta Lebih Mahal dari New York dan …

    Survei Ipsos: 'Standar Hidup di Jakarta Lebih Mahal dari New York dan …

    TRIBUNnews.com
    Survei Ipsos: 'Standar Hidup di Jakarta Lebih Mahal dari New York dan …

    TRIBUNNEWS.COM - Hasil survey standar hidup baru yang dilakukan oleh Ipsos Business Consulting Indonesia cukup mengejutkan …

  • Pemuda Ini Dapatkan Milliaran Rupiah Dengan Membuat Jutaan Orang Terta …

    Pemuda Ini Dapatkan Milliaran Rupiah Dengan Membuat Jutaan Orang Terta …

    Studentpreneur
    Pemuda Ini Dapatkan Milliaran Rupiah Dengan Membuat Jutaan Orang Terta …

    Bayangkan betapa bahagianya kalau Anda berhasil membuat puluhan juta orang tertawa, namun juga mendapatkan uang sampai puluhan milliar rupiah? Ray Chan, anak muda dari Hong Kong berhasil mewujudkannya dengan menciptakan situs komedi populer 9GAG. Tanyalah pada anak muda yang berusia di bawah 30 tahun, kebanyakan dari mereka adalah pengunjung setia 9GAG. Bahkan, saking populernya di Indonesia, sampai ada situs-situs lokal yang berusaha menjadi 9GAG-nya Indonesia. Saat ini, 9GAG dikunjungi oleh …

TEMPO.CO, Probolinggo - PT Kertas Leces Probolinggo Jawa Timur berencana menjual asetnya untuk membayar gaji karyawan menyusul kondisi perusahaan yang terpuruk. Rencana itu terungkap dalam pernyataan sikap keluarga besar karyawan perusahaan itu di Posko Unjuk Rasa Karyawan PT Kertas Leces, di Kecamatan Leces, Selasa, 10 April 2012.

Ketua Umum Serikat Pekerja PT Kertas Leces  Jodi Sugiarto mengatakan, sejak 22 bulan terakhir PT Kertas Leces berhenti beroperasi. Terhitung Mei 2010, meski tak beroperasi, perusahaan masih mengaji karyawan.

 

Namun Jodi tak bisa memastikan sampai kapan perusahaan masih kuat membayar gaji karyawan. Sebab tanggungan yang kudu dibayar perusahaan ke karyawan senilai Rp 4 miliar. "Kalau anggaran tidak lagi mencukupi maka sumber dana untuk membayar gaji harus menunggu hasil penjualan aset berupa besi bekas, kendaraan, tanah dan gudang," kata Jodi kepada wartawan, Selasa, 10 April 2012.

Menurut Ketua Umum Serikat Pekerja Sejahtera PT Kertas Leces Muji Slamet, dari penjualan aset setelah dikurangi berbagai pengeluaran lainnya masih ada sisa Rp 15 miliar. "Dari pada habis lebih baik untuk memenuhi hak karyawan," ujarnya.

Dalam pernyataan sikapnya, Ketua Umum Serikat Pekerja PT Kertas Leces (SPKL) Jodi Sugiarto mengatakan kondisi finansial perusahaan saat ini hanya mengandalkan sisa hasil penjualan tanah dan gudang Cibitung. "Jika dialokasikan untuk membayar hak-hak karyawan yang terhutang dan kewajiban lainnya akan habis," ucap Jodi.

Serikat Pekerja juga mencium adanya indikasi pembiaran ke arah penjualan aset yang pada akhirnya berakibat pailitnya perusahaan tanpa memperhatikan aspek perlindungan kepada hak karyawan.

Direktur Utama PT Kertas Leces, Martoyo Sugandi, hingga berita ini ditulis belum bisa dimintai konfirmasi. Telepon selulernya tidak diangkat ketika dihubungi Tempo.

Sementara itu Bagian Hubungan Masyarakat PT Kertas Leces, Cilik Suharyadi, saat dikonfirmasi Tempo tidak menampik ihwal pembayaran upah karyawan dari hasil penjualan aset. "Ibaratnya sebuah rumah tangga. Anak-anaknya minta nasi tapi tidak punya uang untuk membeli beras. Ya, akhirnya perabot rumah tangga hingga panci dijual agar anak-anak tetap bisa makan," tutur Cilik melalui sambungan telpon.

Cilik menjelaskan pula bahwa belum lama ini pihak PT Kertas Leces sudah bertemu Ketua DPR-RI, Marzuki Alie, Komisi VI DPR RI serta Kementerian Keuangan. "Tahun ini akan dapat dana Rp 200 miliar. Doakan saja semoga lancer urusannya," kata Cilik.

DAVID PRIYASIDHARTA

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Memuat...