Bayar Tol Tanpa Henti Berbasis MLFF Beroperasi Penuh 2023

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) telah menandatangani perjanjian kerjasama sistem transaksi tol non-tunai/nirsentuh berbasis Multi Lane Free Flow (MLFF) dengan PT Roatex Indonesia Toll System (RITS).

Kepala BPJT Danang Parikesit mengatakan, pemerintah kini mempersilakan anak usaha dari perusahaan asal Hongaria, Roatex Ltd Zrt tersebut untuk menuntaskan infrastruktur pendukung MLFF hingga akhir 2021.

"Kita akan menunggu barangkali sampai akhir tahun ini dibangun konstruksinya untuk segala sensor yang diperlukan. Nanti tahun 2022 itu baru kita mulai penggunaan dan implementasinya," kata Danang dalam sesi webinar, Rabu (24/3/2021).

Dia pun berharap, skema pembayaran tol tanpa henti ini mulai bisa dijalankan separuhnya di seluruh jalan tol di Indonesia pada 2022 mendatang.

"Harapan saya di tahun 2022 itu kita sudah mulai dengan 50 persen gate menggunakan layanan nirsentuh ini," ujar Danang.

Adapun implementasi transaksi MLFF ini mulanya akan dilaksanakan di jaringan jalan tol dengan penetrasi jaringan internet tinggi, seperti di wilayah Jabodetabek. Kawasan itu juga dipilih karena volume lalu lintas tol di sana tinggi dan kerap terjadi kemacetan.

"Sambil kita menunggu transformasi teman-teman kita yang di penyedia layanan internet dan teknologi satelit juga lebih baik lagi," sambung Danang.

Danang memproyeksikan, sistem bayar tol tanpa henti berbasis MLFF ini nantinya dapat dioperasikan penuh secara luas di seluruh jaringan tol Indonesia pada 2023.

"Dengan demikian tahun 2023 kita akan penuh 100 persen full menggunakan layanan nirsentuh ini," pungkas Danang.

Jasa Marga Tegaskan Teknologi Bayar Tol Tanpa Henti Belum Dijual Umum

Sejumlah pengguna jasa tol saat melakukan transaksi pembayaran di gerbang tol Karang Tengah, Tangerang, Selasa (24/11/2020). Kementerian PUPR segera menerapkan teknologi transaksi pembayaran tol non-tunai tanpa sentuh (nir-sentuh) atau multi-lane free flow (MLFF). (Liputan6.com/Angga Yuniar)
Sejumlah pengguna jasa tol saat melakukan transaksi pembayaran di gerbang tol Karang Tengah, Tangerang, Selasa (24/11/2020). Kementerian PUPR segera menerapkan teknologi transaksi pembayaran tol non-tunai tanpa sentuh (nir-sentuh) atau multi-lane free flow (MLFF). (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Sebanyak dua video yang memperlihatkan uji coba transaksi nirsentuh (touchless transaction) di gerbang tol kini tengah viral di media sosial.

Video pertama memperlihatkan pemasangan stiker Radio Frequency Identification (RFID) dengan nama branding FLO pada sebuah mobil, dan kedua merekam satu minibus dapat melaju tanpa henti dengan kecepatan tinggi di gerbang tol.

PT Jasa Marga (Persero) Tbk mengklarifikasi kedua video tersebut memang direkam saat melakukan uji coba terbatas transaksi tol tanpa berhenti, namun tak saling berkaitan.

"Kami sampaikan bahwa kedua video tersebut tidak berhubungan satu dengan yang lainnya," kata Corporate Communication & Community Development Group Head Jasa Marga Dwimawan Heru, Senin (22/3/2021).

Heru menjelaskan, video yang memperlihatkan kendaraan melintas kencang di gerbang tol dengan fasilitas nirsentuh itu tidak terjadi di ruas tol Jasa Marga Group, melainkan di wilayah pengoperasian badan usaha jalan tol (BUJT) lain.

"Sementara itu, untuk video berupa penjelasan pemasangan sticker RFID di head-lamp, memang video tersebut terjadi di wilayah Jasa Marga, dimana kami sedang melakukan Uji Coba Terbatas Let it Flo di beberapa gerbang tol yang saat ini sedang dikembangkan oleh PT Jasamarga Tollroad Operator," jelasnya.

Jasa Marga dikatakan Heru memahami antusiasme masyarakat dalam penerapan teknologi digital di jalan tol tersebut, sehingga kedua video terkait itu menjadi viral.

Namun, uji coba terbatas melalui aplikasi Let It Flo tersebht saat ini hanya dilakukan di kalangan pengguna internal dan bekerjasama dengan sejumlah pihak eksternal. Seperti beberapa BUMN lain dan komunitas otomotif guna menguji kehandalan sistem dan memperoleh masukan.

"Meski demikian nampaknya karena antusiasme publik, beberapa materi uji coba yang kami lakukan, yang sebenarnya masih terbatas sifatnya, beredar luas di kalangan publik," ujar Heru.

"Selanjutnya dapat kami sampaikan, bahwa yang kami lakukan saat ini hanya sebatas uji coba yang lingkupnya masih terbatas, dan tidak komersial. Implementasi touchless transaction ini nantinya tentu akan ditetapkan pemerintah sebagai regulator yang memiliki kewenangan untuk itu," tandasnya.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: