Bayi-bayi di China Makin Kurus Kepala Bengkak akibat Susu Formula

Ezra Sihite

VIVA – Beberapa orangtua di Provinsi Hunan, China tengah khawatir perihal kesehatan bayinya yang meminum susu formula palsu yang dijual di sebuah toko.

Otoritas di wilayah Yongxing, Chenzou kini sedang menyelidiki dugaan penjualan minuman protein yang dikenal sebagai Bei An Min, yang disahkan sebagai susu formula di toko Love Baby Workshop, seperti dikutip situs berita Thepaper.cn.

Orang tua dari kelima anak tersebut memberi tahu otoritas pengawasan pasar di wilayah itu bahwa bayi mereka menderita eksim, penurunan berat badan secara drastis dan pembengkakan di kepala setelah meminum susu formula tersebut. Masih menurut situs berita yang sama, anak-anak itu juga disebut sering memukul kepalanya sendiri dan didiagnosis menderita rakhitis.

Menurut Hunan TV, yang pertama melaporkan kasus ini pada Senin lalu, orang tua bayi membeli susu bubuk berbasis asam amino untuk bayi mereka yang alergi terhadap susu formula biasa.
Staf toko kemudian merekomendasikan Bei An Min, dan mengatakan bahwa itu adalah susu terbaik di toko dan banyak dikonsumsi oleh bayi yang juga menderita alergi yang sama.

Salah satu orangtua mengatakan di produk tersebut tertulis minuman berprotein. Namun pelayan toko mengatakan tulisan itu hanyalah nama lain dari susu formula bayi.

Seorang ibu lain mengatakan ia khawatir ketika dahi anaknya mulai terlihat membengkak.
Tidak jelas berapa lama bayi-bayi itu diberi susu bubuk tersebut namun semuanya mengalami penurunan berat badan, kecil dan juga kekurangan vitamin D.

Seorang ibu menulis di aplikasi berita Toutiao bahwa ia memberi anaknya susu bubuk selama enam bulan sebelum akhirnya seorang dokter menyarankan untuk mengganti susu merek tersebut.
"Enam bulan lamanya. Bayi saya tidak tumbuh dan belum bisa berjalan pada usia 18 bulan. Sekarang aku sadar bahwa bayiku minum susu formula palsu, aku khawatir akan ada masalah kesehatan nantinya," tulis ibu tersebut, dilansir dari SCMP.

Otoritas setempat mengatakan mereka akan melakukan pemeriksaan kesehatan gratis dan perawatan medis bagi anak-anak yang terkena dampak dari susu palsu tersebut.

Kasus susu formula palsu di China ini bukanlah yang pertama kali terjadi. Sebelumnya, dua belas tahun yang lalu terdapat kasus susu formula yang dicampur dengan melamin yang menewaskan enam bayi dan membuat 300 ribu orang sakit.

Pada tahun 2003, juga terjadi hal serupa di Fuyang, Provinsi Anhui di mana 13 bayi meninggal dan 171 lainnya mendapatkan perawatan akibat meminum susu formula di bawah standar kesehatan.

Baca juga: Kasus Corona Baru Bermunculan, Kota Jilin di China Lockdown Lagi

Laporan: Dion Yudhantama