Bayi Diare Saat Tumbuh Gigi? Jangan Khawatir, Begini Penjelasannya

Donny Adhiyasa
·Bacaan 4 menit

VIVA – Saat anda telah bersantai, bayi anda mungkin mulai menangis lagi dan lagi, saat itulah anda harus mengganti popoknya untuk yang kedelapan kalinya. Hal ini pasti bukan sesuatu yang anda harapkan ketika anda bermimpi menjadi seorang ibu.

Kemudian saat anda mengganti popok dan menidurkan bayi anda lagi, anda bertanya-tanya apakah ia sedang tumbuh gigi?

Dilansir Times of India, diare saat tumbuh gigi adalah hal yang normal, mulai dari gejala hingga pengobatan. Berikut hal yang perlu diketahui tentang diare pada bayi:

Gejala umum tumbuh gigi dan diare
Anda mungkin akan terkejut ketika anda mengetahui bahwa sekitar satu dari 3000 bayi lahir dengan gigi pertama mereka. Tetapi kebanyakan bayi mendapatkan gigi antara empat sampai tujuh bulan. Terkadang bahkan setelah 12 bulan.

Berikut tanda-tanda bayi anda sedang tumbuh gigi:
1. Menggigit dan mengisap: Jika bayi anda menggigit dan menghisap segala sesuatu yang ada di tangan, itu adalah upaya untuk membuat sakit gusi terasa lebih baik dan bayi anda tahu cara menenangkan diri.
2. Nyeri gusi: Gusi sensitif dapat membuat bayi rewel. Jadi, jika bayi anda rewel tanpa alasan, Anda perlu memeriksa apakah ia sedang tumbuh gigi.
3. Air liur meningkat: Apakah bagian depan baju bayi anda basah sepanjang waktu? Apakah dia mengeluarkan air liur lebih banyak dari biasanya? Semua bayi menggigit, mengunyah, dan mengeluarkan air liur lebih lama sekitar 4 bulan saat mereka tumbuh gigi.
4. Ruam wajah: Bayi anda mengalami ruam wajah karena kelembapan air liur yang konstan. Kelembapan dapat mengiritasi kulit bayi dan menyebabkan ruam.
5. Kenaikan adalah suhu tubuh: Sedikit kenaikan suhu tubuh, yaitu kurang dari 100,4 F, bisa jadi karena bayi anda sedang tumbuh gigi. Suhu tubuh di atas 100,4 bukan karena tumbuh gigi dan anda harus berkonsultasi ke dokter.

Diare saat tumbuh gigi:
Jika anda menyusui bayi anda, kotorannya mungkin berwarna kuning, lunak, berair, dan terkadang menggumpal. Dan saat bayi anda diberi susu formula, kotorannya berwarna unta hingga kecoklatan dan memiliki konsistensi yang lebih kental. Dan jika ada perubahan seperti:

- Frekuensi - Jika bayi anda buang air besar beberapa kali sehari, dia mengalami diare.
- Volume - Diare berarti popok akan lebih berisi dari biasanya.
- Konsistensi - Jika kotorannya terlalu cair, anda bahkan mungkin harus mengganti pakaiannya dengan popok.

Mengapa bayi mengalami diare saat tumbuh gigi?
Tumbuh gigi tidak secara langsung menyebabkan diare. Ada alasan lain mengapa bayi mengalami diare saat sedang tumbuh gigi.

Tumbuh gigi biasanya dimulai sekitar 4-6 bulan, tepat ketika orang tua mulai menawarkan makanan padat kepada bayinya. Sistem pencernaan bayi membutuhkan waktu untuk terbiasa dengan makanan baru, yang dapat menyebabkan perubahan pada tinja, yang menyebabkan diare.

Selain itu, pada waktu yang sama bayi mulai kehilangan antibodi yang mereka dapatkan dari ibu mereka pada saat lahir. Antibodi yang lebih sedikit membuat mereka lebih rentan terkena infeksi, yang menyebabkan diare.

Untuk menenangkan gusi, anak-anak mulai memasukkan apa saja ke dalam mulut mereka, yang meningkatkan kemungkinan mereka terkena infeksi.

Cara mengobati diare pada bayi:
- Jika bayi anda merasa baik-baik saja dan berat badannya tidak turun, yang anda butuhkan untuk mengobati diare adalah terus mengganti popoknya dan memberi mereka cairan dan makanan.
- Pastikan bayi anda tetap terhidrasi dan dehidrasi dapat menyebabkan beberapa masalah serius lainnya.
- Terus berikan mereka ASI / susu formula seperti biasa dan bersikap mudah saat memberi mereka makanan padat.
- Luangkan waktu dan perkenalkan setiap kelompok makanan satu persatu.
- Bayi anda memasukkan segala sesuatu ke dalam mulutnya, pastikan semua yang ada di sekitarnya bersih dan bebas kuman.

Tips untuk meredakan sakit gigi bayi:
- Gosok gusi bayi anda dengan jari anda. Anda juga bisa menggunakan kain katun yang dicelupkan ke dalam air untuk meredakan nyeri.
- Anda bisa memberi mereka mainan gigi dingin untuk dikunyah, sendok dingin, makanan dingin di pengumpan jaring.
- Jika bayi anda menangis dan tidak dapat menangani sakit gigi, anda dapat berkonsultasi dengan dokter dan memberikan obat pereda nyeri untuk bayi.
- Tumbuh gigi dalam beberapa kasus dapat menyebabkan rasa sakit yang parah. Jadi, jika bayi anda sangat rewel selama lebih dari satu atau dua hari, konsultasikan dengan dokter.

Kapan sebaiknya Anda berkonsultasi dengan dokter?
- Saat diare tidak kunjung sembuh setelah dua minggu
- Saat bayi anda mengalami demam selama lebih dari 2-3 hari
- Ketika ada darah di tinja
- Saat bayi anda mengalami penurunan berat badan
- Saat bayi anda mengalami dehidrasi
- Saat bayi anda tampak lemas, tidak responsif, lesu, atau kehilangan cahaya yang dikenalnya di matanya.
Laporan: Prima Nadia Rahayu