Bayi Fauzan Pengidap Hidrosefalus Butuh Pertolongan

Dedy Priatmojo, Adi Suparman (Bandung)
·Bacaan 1 menit

VIVA – Pandemi COVID-19 menjadi ujian berat bagi pasangan Saepuloh dan Ina Siti Rohmah. Anaknya yang bernama Fauzian Saepuloh lahir secara prematur dalam usia kandungan delapan bulan 23 hari, terbaring lemas di tempat tidur karena terdiagnosa hidrosefalus.

Selain Hidrosefalus, Fauzan yang saat ini berusia 26 hari, mengalami kelumpuhan di tangan kiri. Situasi tersebut terjadi dengan gejala awal sang anak sesak napas dan kejang-kejang sebelum akhirnya didiagnosa idap hidrosefalus. Fauzan lemas dengan kondisi ukuran lingkaran kepala 37 sentimeter.

Bahkan, berat badannya pun tak normal yaitu tiga kilogram. Sang ayah, Saepuloh menuturkan bahwa Fauzan dilahirkan di Rumah Sakit Khusus Ibu dan Anak (RSKIA) Kota Bandung.

"Iya, istri saya ngelahirin di sana. Awalnya dikasih tahu sama dokter tangannya lumpuh. Kemudian dikasih tahu lagi kena hidrosefalus," ujar Saepuloh kepada wartawan, Rabu, 27 Januari 2021.

Menurutnya, bayi Fauzan membutuhkan perawatan secepatnya. Saat berkonsultasi dengan dokter RSKIA, sang anak harus dirujuk ke RS Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Sesampainya di RSHS, lanjut Saepuloh, dirujuk lagi ke RS Santosa. "Saya kemarin sudah daftar ke RS Santosa," katanya.

Meski sudah daftar, Saepuloh mengaku belum bisa memastikan kapan sang anak akan dirawat. "Saya ke Santosa kemarin, katanya tanggal 4 Februari disuruh datang ke sana lagi buat mastiin. Mudah-mudahan bisa segera ditangani," terangnya.

"Jujur sampai saat ini saya belum pegang uang sepeser pun. Saya bingung, belum ada panggilan manggung. Saya dan istri saya menerima dengan lahir dan batin, saya akan terus mengusahakan kesembuhan anak saya," ungkapnya.

Saat ini, sang anak tinggal di rumah Ma Ende, nenek Saepuloh di Jalan Aki Padma, Kelurahan Babakan, Kecamatan Babakan Ciparay, Kota Bandung, Jawa Barat. (ase)