Bayi Ini Dinobatkan Sebagai Penduduk Bumi ke-8 Miliar

Merdeka.com - Merdeka.com - Bayi bernama Vinice Mabansag yang lahir Selasa 15 November lalu terpilih menjadi bayi kedelapan miliar yang lahir di Bumi.

Kelahiran Mabansag pada pukul 01.29 dini hari di Rumah Sakit Dr. Jose Fabella Memorial Hospital Manila, Filipina, segera disambut pejabat Komisi Kependudukan dan Pembangunan Filipina (POPCOM).

POPCOM menyatakan jika Mabansag dipilih menandai tonggak sejarah dan diberi gelar simbolis penduduk Bumi kedelapan miliar.

"Dunia menyambut Vinice Mabansag dari Delpan, Tondo sebagai bayi ke-8 miliar dari Filipina," tulis POPCOM dalam laman Facebook-nya, dikutip dari Next Shark, Kamis (17/11).

Di belahan Bumi lain, bayi bernama Domingo yang lahir di Rumah Sakit Nuestra Senora de la Altagracia maternity hospital di Kota Santo Domingo, Republik Dominika juga terpilih menjadi penduduk kedelapan miliar.

Perayaan kelahiran bayi kedelapan miliar itu turut terjadi bersamaan dengan prediksi peningkatan pertumbuhan penduduk Bumi selama 60 tahun ke depan.

Menurut Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), pertumbuhan penduduk dapat diperkirakan melalui peningkatan bertahap umur manusia yang dihasilkan melalui perbaikan pengobatan, nutrisi dan kebersihan pribadi.

Penduduk Bumi diperkirakan akan tetap bertambah puluhan tahun ke depan.

"Proyeksi PBB terbaru menunjukkan populasi dunia dapat tumbuh menjadi 8,5 miliar pada tahun 2030 dan 9,7 miliar pada tahun 2050, sebelum mencapai puncaknya sekitar 10,4 miliar selama tahun 2080-an. Populasi diperkirakan akan tetap pada level itu hingga tahun 2100," ungkap laporan PBB.

Menurut beberapa laporan, pencapaian populasi delapan miliar ini hanya ditempuh

selama 12 tahun sejak Bumi masih berpenduduk tujuh miliar.

PBB memperkirakan terdapat delapan negara menjadi penyumbang pertumbuhan penduduk Bumi.

“Lebih dari separuh proyeksi peningkatan populasi global hingga tahun 2050 akan terkonsentrasi di delapan negara: Republik Demokratik Kongo, Mesir, Ethiopia, India, Nigeria, Pakistan, Filipina, dan Republik Persatuan Tanzania,” jelas PBB.

PBB juga memperkirakan India akan mengalahkan China sehingga menjadikannya negara dengan populasi terbesar di dunia tahun depan.

Meski beberapa pihak menganggap peningkatan penduduk berbahaya, namun PBB menjelaskan tingkat pertumbuhan penduduk Bumi beberapa tahun ke depan akan melambat. Pandemi Covid-19, peperangan, dan perubahan iklim menjadi beberapa faktor penyebab pelambatan tingkat pertumbuhan penduduk.

Reporter Magang: Theofilus Jose Setiawan [pan]