Bayi Kembar 5 Makin Kritis

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Satu dari lima bayi kembar lima pasangan Bagus Prasnawira (37) dan Enita Fentrikana (31), meninggal dunia, Selasa (20/8/2013). Selain itu, empat bayi lainnya dalam kondisi kritis.

"Masa kritis untuk para bayi tersebut adalah tujuh hari," ucap Direktur Medis RS Harapan Kita, Didi Danukusumo.

Ia mengatakan bahwa di negara maju sekalipun seperti Amerika dan Eropa, tingkat survival bayi dengan kondisi seperti itu sangat kecil. "Padahal peralatan medis di sana lebih canggih," ucapnya.

Oleh sebab itu, pihak Rumah Sakit Harapan Kita tidak bisa berjanji lebih. "Kendati begitu, semua sumber daya akan kami kerahkan untuk keselamatan bayi," jelasnya.

Untuk kondisi ibu, lanjutnya, tidak ada masalah. Enita menjalani pemulihan dengan baik. "Tidak ada yang perlu dikhawatirkan dengan kondisi ibu bayi kembar lima. Ia baik-baik saja," tuturnya.

Sebelumnya, Enita Fentrikana (31) tahun, warga Blok M, Jakarta Selatan, melahirkan bayi kembar lima di Rumah Sakit Anak dan Bunda Harapan Kita Selasa, 20 Agustus 2013, pukul 08.30.

Uniknya, satu dari kelima bayi itu berjenis kelamin perempuan. Empat lainnya laki-laki. Karena kondisi bayi sangat lemah, mereka kini dirawat di inkubator. (Theo Yonathan Simon Laturiuw)

Baca Juga:

Bayi Kembar Siam Toboali Meninggal di Perjalanan ke RS

Kondisi Si Kembar Rahma Rahmi Kian Membaik

Karen Lahirkan Bayi Kembar Tiga Kali

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.