Bayi Kembar Empat Hasil Inseminasi Lahir di Medan

REPUBLIKA.CO.ID, MEDAN – Bayi kembar empat lahir di Rumah sakit Ibu dan Anak Stella Maris Medan, Senin (23/1). Buah hati pasangan Jon Pieter Manik (38) dan Sonta Ria Br Nababan (39) itu lahir setelah pasangan ini menjalani program inseminasi.

Jon Pieter mengaku dapat bernafas lega dan merasakan kegembiraan yang selama ini telah mereka nantikan selama empat tahun. "Mungkin Tuhan Yang Maha Kuasa memberikan kami hadiah. Karena 16 Juni 2011 lalu, kami baru merayakan hari pernikahan kami," katanya saat ditemui di Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Stella Maris, Medan.

Jon mengatakan, ia bersama istrinya sebelumnya sudah mencoba berobat ke berbagai tempat demi mendapatkan momongan. Namun, upaya tersebut belum juga membuahkan hasil.

Sementara dr Binarwan Halim, yang menangani kelahiran bayi kembar pasangan Jon Pieter dan Sonta Ria tersebut, mengatakan pasangan ini sebelumnya mengikuti program inseminasi. "Inseminasi adalah proses bantuan reproduksi, di mana sperma disuntikkan dengan kateter ke dalam vagina (intracervical insemination) atau rahim (intrauterine insemination) pada saat calon ibu mengalami ovulasi," kata dokter ahli kandungan ini.

Binarwan menuturkan, pasangan tersebut berkunjung ke kliniknya untuk melakukan program kesuburan, karena setelah beberapa tahun berumah tangga belum juga mendapatkan keturunan. "Setelah kita periksa, diketahui bahwa sperma tidak bisa menembus ke dalam rahim. Sehingga perlu dilakukan proses inseminasi ini untuk bisa mendapatkan momongan," katanya.

Menurut Binarwan, kelahiran bayi kembar empat itu sangat langka terjadi dalam program inseminasi. Bahkan, kata dia, program inseminasi yang memakan biaya Rp 3-6 juta itu hanya sekitar satu persen yang bisa menghasilkan bayi kembar empat. "Termasuk sangat langka bisa menjadi bayi kembar empat seperti ini," ujarnya.

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.