Bayi Panda Raksasa di Kebun Binatang Tokyo Mati

Tokyo (AFP/ANTARA) - Seekor bayi panda raksasa yang lahir pekan lalu di kebun binatang Tokyo mati karena pneumonia (radang paru-paru) pada Rabu, menurut pejabat kebun binatang yang semula memuji kelahiran tersebut sebagai keberhasilan langka untuk program penangkaran di Jepang.


Bayi yang tidak disebutkan namanya, bayi panda Ueno pertama yang lahir dalam 24 tahun terakhir dan satu-satunya yang dikandung dari hubungan seksual alami, menyerah pada penyakit hanya sepekan setelah kelahirannya yang memicu kegembiraan di seluruh Jepang.


Kebun binatang itu mengatakan penjaga menemukan bayi berbaring telentang di perut ibunya Shin Shin.


"Mereka memberikan pijat jantung dan perawatan lainnya, tapi sayangnya mereka mengonfirmasi kematiannya pada pukul 8:30 pm (2330 GMT)," kata pihak kebun binatang.


Shin Shin dan Ri Ri yang disewa dari China tahun lalu untuk kebun binatang yang dioperasikan oleh pemerintah Metropolitan Tokyo dengan biaya tahunan sekitar satu juta dolar Amerika (sekitar Rp9,42 miliar).


Bayi itu dipuji di China, yang kadang-kadang bermusuhan dengan tetangganya Jepang.


"Panda raksasa adalah pesan persahabatan," kata seorang juru bicara kementerian luar negeri China dalam menanggapi berita kelahiran pekan lalu.


"Kami harap orang -orang yang sentimen dan keseluruhan hubungan antara China dan Jepang dapat dipromosikan karena kelahiran bayi tersebut."


China terkenal karena "diplomasi panda", menggunakan panda sebagai hadiah diplomatik ke negara lain. Sekitar 1.600 panda tetap di alam liar di China, dengan sekitar 300 panda lainnya di penangkaran seluruh dunia - terbanyak di China.


Sebanyak 16 panda raksasa telah lahir di Jepang, menurut laporan. (ia/ml)

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.