Bayi Sering Menangis Tanda ASI Ibu Kurang?

Pertanyaan:

Bayi Saya Sering Menangis, Apakah ASI Saya Kurang?

 

Mia, Tangerang Selatan


Jawaban:

Parameter penilaian kecukupan ASI pada bayi yang disusui eksklusif diukur dari hal berikut:

Pertambahan berat badan tiap bulan yang sesuai dengan kurva pertumbuhan; dan jumlah pengeluaran air seni yang jernih dan tidak berbau tajam, minimal 6 kali per 24 jam. Pada bayi yang tidak disusui secara eksklusif, parameter ini tidak berlaku.

Tangisan bayi bukanlah tanda yang dapat dipercaya bahwa seorang bayi tidak mendapatkan ASI dengan cukup. Tangisan bayi bisa disebabkan beberapa hal, di antaranya; ketidaknyamanan, kelelahan, penyakit atau nyeri, kelaparan, makanan ibu, obat yang dikonsumsi ibu, terlalu banyak ASI, reflux, kolik, dan bayi yang 'kebutuhan'.

Kelaparan karena tidak mendapat ASI dengan mudah:

Bayi yang tidak melekat dengan baik pada payudara, dan kesulitan mendapat ASI, dapat menyebabkan menyusu sangat sering, dan mengisap lebih lama pada masing-masing payudara.Bayi mungkin mendapat ASI yang dibutuhkannya dan dapat tumbuh dengan baik,tetapi dia tidak merasa puas.

Kelaparan karena percepatan atau lompatan pertumbuhan:

Bayi tampak amat lapar selama beberapa hari, mungkin karena ia sedang tumbuh lebih cepat daripada sebelumnya. Ia amat sering minta disusui. Ini lazim terjadi di sekitar usia 2 minggu, 6 minggu dan 3 bulan, namun dapat terjadi di waktu-waktu lainnya. Ketika bayi sering menyusu selama beberapa hari, pasokan ASI meningkat, dan ia tidak sering menyusu lagi.

Makanan ibu:

Kadang ibu memperhatikan bayinya gelisah saat ibu mengkonsumsi makanan tertentu. Ini karena bahan dari makanan tersebut masuk ke dalam ASI-nya. Ini dapat terjadi pada makanan apapun, dan tidak ada makanan khusus yang harus dihindari, kecuali ibu melihat ada masalah. Bayi bisa alergi terhadap protein dalam beberapa makanan pada menu ibunya. Susu sapi, kedelai, telur, dan kacang, semuanya dapat menyebabkan masalah alergi. Bayi mungkin saja alergi terhadap protein susu sapi setelah satu-dua kali pemberian susu formula sebelum kegiatan menyusui dimulai.

Zat lain yang dikonsumsi ibu:

Kafein dalam kopi, teh dan kola, dapat masuk ke dalam ASI dan membuat bayi gelisah. Jika ibu merokok, atau mengkonsumsi obat lainnya, bayinya akan lebih sering menangis dibandingkan bayi lain. Bila ada orang lain yang merokok di keluarga, hal itu juga dapat memengaruhi bayi.

Terlalu banyak ASI:

Bayi mungkin menangis saat mendapat terlalu banyak ASI dalam waktu yang singkat. Dia mungkin mengangkat kakinya seperti mempunyai rasa sakit pada perutnya. Mungkin ia mengeluarkan kotoran lembek kehijauan dan pertambahan berat badannya kurang; atau mungkin ia tumbuh dengan baik namun sering menangis dan sering minta menyusu. Meskipun ibunya memiliki cukup ASI, tetapi bayi mungkin mendapat terlalu banyak ASI awal dan tidak mendapat ASI akhir.

Reflux:

Beberapa bayi sering menangis karena gastro-oesophageal reflux. Reflux terjadi saat ASI dan asam dari perut kembali menuju oesophagus, yang membuatnya sakit. Bayi mungkin memuntahkan ASI (muntahan kecil). Reflux lebih umum pada bayi-bayi yang pernah diberi minum menggunakan selang. Bayi mungkin menangis khususnya saat bayi berbaring terlentang, karena ASI lebih mudah mengalir kembali. Bayi lebih jarang menangis saat digendong dalam posisi tegak, sehingga ASI tidak mengalir kembali dengan mudah. Gejala reflux akan membaik seiring dengan pertumbuhan bayi.
    
Kolik:

Beberapa bayi sering menangis tanpa satu pun sebab di atas. Kadang tangisannya memiliki pola yang jelas. Bayi terus menangis pada waktu-waktu tertentu dalam sehari, seringkali di petang hari. Ia mungkin menarik kakinya ke atas seolah sakit perut. Mungkin ia tampak ingin menyusu, tapi sangat sulit untuk menenangkannya. Bayi yang menangis seperti ini mungkin memiliki usus yang sangat aktif, atau masuk angin, tetapi penyebabnya tidak jelas. Ini disebut ’kolik’. Bayi kolik biasanya tumbuh dengan baik, dan tangisannya biasanya berkurang setelah bayi berusia 3 bulan.

Bayi yang ‘banyak kebutuhan’:

Beberapa bayi lebih sering menangis dibandingkan bayi lainnya, dan mereka perlu didekap dan digendong lebih sering. Di masyarakat yang para ibunya menggendong bayi ke mana-mana, masalah menangis kurang lazim dibandingkan dengan masyarakat yang para ibunya senang meletakkan dan meninggalkan bayinya, atau dibandingkan dengan masyarakat yang para ibunya menidurkan bayi di tempat tidur terpisah.


Dedi Setiawan, IBCLC.

Tim Konselor Laktasi Kemang Medical Care


 


Konsultasi Laktasi diasuh oleh Tim Konselor Laktasi Kemang Medical Care dan Perkumpulan Perinatologi Indonesia (Perinasia) cabang DKI Jakarta.
Kirimkan pertanyaan Anda ke laktasi@rol.republika.co.id

 

 

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.