BBM Langka di Inggris, Petugas Pom Bensin Dihajar Pengendara

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, London - Pom bensin di Inggris sedang mengalami kelangkaan BBM bulan ini. Petrol Retailers Association (PRA) berkata seperempat pom bensin mereka kosong.

PRA mewakili 65 persen dari 8.380 pom bensin di Inggris.

"Anggota-angota PRA melaporkan bahwa meski mereka terus mengambil kirim bahan bakar (tapi) habisnya lebih cepat dari biasanya karena permintaan yang belum pernah terjadi sebelumnya," jar Direktur Eksekutif PRA, Gordon Balmer, dilaporkan DW, Jumat (1/10/2021).

Total 27 persen pom mengalami kelangkaan. Sementara, 21 persen bensin di pom PRA berkata hanya memiliki satu jenis BBM saja.

Situasi yang terjadi itu berbeda dari ucapan pemerintah yang berkata situasi sudah lebih baik. Pemerintah juga membantah kelangkaan terjadi akibat Brexit.

Petugas Pom Bensin Jadi Sasaran

Orang-orang berjalan di depan Tower Bridge di London, Inggris, pada 6 Oktober 2020. Inggris melaporkan 14.542 kasus terkonfirmasi baru COVID-19, menambah total infeksi di negara itu menjadi 530.113, menurut data resmi yang dirilis pada Selasa (6/10). (Xinhua/Han Yan)
Orang-orang berjalan di depan Tower Bridge di London, Inggris, pada 6 Oktober 2020. Inggris melaporkan 14.542 kasus terkonfirmasi baru COVID-19, menambah total infeksi di negara itu menjadi 530.113, menurut data resmi yang dirilis pada Selasa (6/10). (Xinhua/Han Yan)

PRA turut menyebut bahwa petugas pom bensin menjadi sasaran penganiayaan di tengah kelangkaan BBM ini. Mereka menderita serangan verbal dan fisik.

"Kami juga terus-terusan mendengarn contoh-contoh staf pom bensin yang mengalami penganiayaan verbal dan fisik level tinggi," Ujar Gordon Balmer.

"Hal itu benar-benar tak bisa diterima," tegasnya.

Ada pula laporan perseteruan antara pelanggan di pom bensin saat kendaraan sedang mengular.

Tentara Inggris pun sudah disiagakan agar penyaluran BBM bisa terkendali.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel