BBM Naik, Desak Pembaruan Tarif Taksi

Laporan Wartawan Surya, Eben Haezer Panca

TRIBUNNEWS.COM,SURABAYA – Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) merupakan pukulan ke sekian yang dirasakan para operator taksi di Surabaya.

Sebelumnya, mereka sudah terpukul oleh  kenaikan harga upah minimum kota (UMK). Karenanya tak heran apabila para operator taksi mendesak Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya untuk melakukan penyesuaian tarif taksi.

Hal ini seperti disampaikan Branch Manager Serasi Transportasi Nusantara (Orenz Taxi),

“Kami sudah melakukan pembicaraan dengan Pemkot Surabaya dan mengusulkan penyesuaian tarif taksi. Kami berharap kenaikan tarif taksi setidaknya sebanding dengan persentase kenaikan harga BBM,” ujar Iwan Hermawan kepada Surya Online.

Kenaikan tarif taksi terakhir kali terjadi pada 2009. Itupun juga karena kenaikan harga BBM.

Ketika UMK Surabaya naik pada 2012 lalu, tarif tak lagi dinaikkan meski para operator taksi harus menaikkan gaji untuk para karyawannya.

Iwan memprediksi, kenaikan harga BBM akan memicu peningkatan biaya yang ditanggung operator taksi hingga sebesar delapan persen.

Sementara dari seluruh komponen biaya yang harus ditanggung operator taksi, BBM mengambil porsi sekitar 23

”Kenaikan harga BBM tidak bisa disiasati. Beda lagi kalau misalkan harga oli yang naik, mungkin masih bisa disiasati dengan cara mengganti pakai oli  yang lebih murah,” tambahnya.

Baca Juga:

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.