BBM Naik, Ini Besaran Anggaran Kabupaten dan Kota Bogor untuk Bantu Warga Terdampak

Merdeka.com - Merdeka.com - Pemerintah Kabupaten maupun Kota Bogor mengalokasikan anggaran untuk membantu masyarakat imbas kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM). Pemkab Bogor mengalokasikan Rp14 miliar. Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Bogor, Teuku Mulya mengungkapkan anggaran Rp14 miliar itu merupakan dua persen dari Dana Alokasi Umum (DAU) atau dana transfer daerah.

"DAU kita dipotong dua persen. Besarannya Rp14 miliar. Itu kan dipotong dari anggaran yang sudah ada. Jadi kita harus merasionalisasi lagi kegiatan-kegiatan kita yang sudah berjalan," kata Teuku Mulya, Senin (5/9).

Teuku Mulya menjelaskan, anggaran itu nantinya akan didistribusikan lewat Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait yang akan bersentuhan dengan hajat hidup orang banyak.

"Nanti kita rapatkan dulu. Bantuannya kan seperti pangan, untuk petani dan lainnya. Nanti dirapatkan dulu kebutuhan setiap dinas apa aja dan butuh berapa rupiah," kata dia.

Kebijakan itu, diharapkan dapat mengurangi tekanan kepada masyarakat dan mengurangi angka kemiskinan akibat dampak dari kenaikan harga BBM mulai 3 September lalu.

Kementerian Keuangan pun telah menerbitkan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) di mana dua persen dari DAU dan Dana Bagi Hasil (DBH) dialokasikan untuk subsidi sektor transportasi, serta perlindungan sosial tambahan.

Sementara itu, Wali Kota Bogor Bima Arya menyiapkan anggaran Rp4,6 miliar untuk membantu mengurangi beban masyarakat.

Bima Arya mengungkapkan, anggaran tersebut bersumber dari DAU yang dipangkas sebesar dua persen. Meski begitu, Bima belum bisa memastikan akan disalurkan ke mana dan siapa anggaran tersebut.

"Akan kita rumuskan nanti berapa dan targetnya ke mana, kedua ada kewajiban bagi Pemda untuk mengalokasi dua persen dari DAU. Mungkin kita arahkan nanti untuk pengemudi angkot, ojol dan UMKM. Tapi kita masih menunggu petunjuk terkait penyalurannya secara teknis. Tapi dananya sudah siap Rp4,6 miliar," kata Bima Arya.

Di sisi lain, Bima Arya juga selalu memonitor stabilitas harga bahan pokok di Kota Bogor, termasuk jalur distribusi maupun produksinya.

"Jadi kalau ada kecenderungan naik, maka akan dilakukan langkah cepat. Kita koordinasi terus dengan seluruh stakeholder untuk mengintensifkan gerakan pangan, keamanan dan ketahanan pangan," tegas Bima. [cob]