BBPJN segera kirim jembatan bailey di perbatasan Watulimo-Munjungan

Balai Besar Pemeliharaan Jalan Nasional dipastikan segera mengirim rangka jembatan bailey sepanjang 30 meter yang akan dipasang di perbatasan Kecamatan Watulimo dengan Kecamatan Munjungan, Kabupaten Trenggalek yang ada di jalur selatan daerah itu.

"Pemasangan ini untuk memastikan konektivitas antarkedua wilayah pesisir Trenggalek apabila terjadi risiko longsor susulan seperti terjadi hari ini," kata Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin di Trenggalek, Jawa Timur, Jumat.

Dengan adanya alternatif jalur lintas dari wilayah Kecamatan Munjungan menuju Kecamatan Watulimo ini, diharapkan warga tetap bisa terhubung dengan daerah lain di sekitarnya.

Warga juga bisa tetap melanjutkan aktivitas dan perjalanannya, terutama lalu lintas ekonomi dari Kecamatan Munjungan ke luar wilayah, ataupun sebaliknya.

Selain itu, lanjut Arifin, pemerintah bisa lebih mudah dalam memastikan penyaluran bantuan logistik saat terjadi bencana banjir dan tanah longsor ke wilayah Munjungan yang selama ini tidak memiliki banyak pilihan akses dengan daerah-daerah lain sekitarnya karena lokasinya jauh dan "terkucil" karena dikelilingi pegunungan.

"Kita tidak bisa memprediksi hujan apabila terjadi longsor susulan di jalur Kampak-Munjungan, maka bisa dipastikan akses Munjungan hanya bisa terakses lewat Kecamatan Panggul. Dan itu akan memakan waktu jika harus melakukan evakuasi ataupun penyaluran logistik," kata Arifin.

Dengan dipasangnya jembatan bailey di perbatasan Munjungan-Watulimo, akses warga menuju daerah luar seperti Kecamatan Watulimo maupun ke pusat kota Trenggalek dan luar kabupaten lain, diharapkan lebih mudah. Akses jalannya lebih bagus ketimbang jalur Munjungan-Panggul. Selain itu, jarak tempuh juga lebih jauh.

"Sekarang prioritas kami adalah memastikan konektivitas. Agar alur logistik, alur bantuan, pengiriman alat berat untuk pembersihan, alur logistik dan pergerakan relawan ini bisa berjalan lebih mudah," lanjut Arifin.

Baca juga: PJT I: Banjir di Trenggalek dipicu hujan dengan intensitas tinggi

Baca juga: BNPB salurkan bantuan untuk pemulihan pascabanjir di Trenggalek

Saat ini akses jalan utama menuju Kecamatan Munjungan melalui Kampak berangsur normal. Petugas menggunakan alat berat dan dibantu warga sudah berhasil menyingkirkan tutupan tanah di badan jalan menuju pusat kota kecamatan di Munjungan.

Data sementara yang dirilis BPBD Trenggalek, sedikitnya enam jembatan mengalami kerusakan. Rinciannya, satu jembatan di wilayah Desa Sawahan Kecamatan Watulimo, empat jembatan di Desa Bangun dan sebuah jembatan di Desa Tawing Kecamatan Munjungan.

Bencana banjir bandang yang terjadi untuk kesekian kali dalam kurun dua bulan terakhir ini terjadi di sejumlah titik di empat desa yang ada di wilayah Kecamatan Watulimo, yakni di Desa Karanggandu, Prigi, Watulimo dan Tasikmadu.

Banjir juga terjadi di wilayah pesisir lain di Kecamatan Munjungan, yakni melanda wilayah Desa Tawing, Munjungan, Bangun, Bendoroto.

Sementara untuk tanah longsor terjadi di Desa Karangrejo Kecamatan Kampak. Longsor juga dilaporkan terjadi di Desa Sawahan Kecamatan yang menyebabkan akses antarkecamatan putus total.

Baca juga: Banjir dan longsor kembali terjang sejumlah wilayah di Trenggalek

Baca juga: Ratusan warga diungsikan dampak tanah longsor di Trenggalek

Baca juga: Wagub Jatim pastikan dampak banjir Trenggalek terkendali