BBWS Lampung tanam palawija 10 hektare jaga ketahanan pangan

Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Mesuji Sekampung membantu petani di Lampung menanam palawija seluas 10 hektare untuk membantu menjaga ketahanan pangan daerah.

"Penanaman palawija ini sebagai upaya membantu petani dalam menjaga ketahanan pangan di Lampung," ujar Kepala BBWS Mesuji Sekampung Alexander Leda di Bandarlampung, Jumat.
Baca juga: Rektor IPB usulkan 10 agenda nasional tingkatkan ketahanan pangan RI

Ia mengatakan penanaman palawija pada tahap awal akan dilakukan di lahan seluas 10 hektare. "Penanaman ini dilakukan di lahan milik petani seluas 10 hektare yaitu 4 hektare di Kota Metro dan sisanya 6 hektare akan ditanam di Bendungan Margatiga dan Way Sekampung," katanya.

Dia menjelaskan penanaman serta pemberian bantuan benih palawija serta pupuk tersebut terjalin atas kerja sama dengan pihak terkait yang berfokus pada pembangunan infrastruktur.

"Biasanya kami dan stakeholder terkait hanya memastikan air digunakan dengan benar melalui pembangunan infrastruktur bendungan dan irigasi, tapi sekarang dicoba untuk membantu langsung petani dalam menjaga ketahanan pangan dengan melakukan penanaman dan pemberian bibit sesuai dengan program dari Kementerian PUPR," ucapnya.

Ia melanjutkan kegiatan tersebut diharapkan dapat berlangsung terus dan diperluas, sehingga semua bisa membantu menjaga ketahanan pangan.

"Ini melengkapi tugas utama yaitu membangun infrastruktur air melalui bendungan dan irigasi, jadi bisa langsung berkontribusi dalam mengantisipasi krisis pangan. Nanti yang mengelola dan mendapatkan hasil petaninya langsung," tambahnya.

Baca juga: TNI AL raih penghargaan MURI tanam sorgum di lokasi terbanyak di dunia

Tanggapan positif dikatakan oleh salah seorang petani di Kota Metro Suyitno. "Bantuan bibit palawija serta pupuk ini sangat membantu, sebab memang saat ini sesuai kalender tanam merupakan musim penyela setelah menanam padi," ujarnya.

Ia mengatakan, selain diharapkan dapat membantu petani dalam menyediakan kebutuhan pangan, bibit yang diberikan akan dimanfaatkan sebagai bibit bagi kelompok tani lainnya.

"Jadi nanti setelah panen supaya bisa makin banyak yang menanam, akan disisihkan untuk jadi bibit lagi dan diberikan ke kelompok tani lainnya," ucapnya pula.