BCA Catatkan Kinerja DPK Sepanjang 2020 Naik 19,3 Persen

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - PT Bank Central Asia Tbk (BCA) berhasil mencatatkan kinerja dana pihak ketiga (DPK) naik sebesar 19,3 persen YoY sepanjang 2020, mencapai Rp 840,8 triliun.

Presiden Direktur PT Bank Central Asia Tbk Jahja Setiaatmadja menjelaskan, dari sisi pendanaan, BCA berhasil mencatatkan kinerja dana pihak ketiga yang sehat, di mana current account and savings account (CASA) tumbuh 21,0 persen YoY mencapai Rp643,9 triliun.

“Sementara, untuk deposito berjangka meningkat sebesar 14 persen YoY menjadi Rp196,9 triliun. Secara total, dana pihak ketiga naik 19,3 persen YoY menjadi Rp840,8 triliun di tahun 2020,” kata Jahja, dalam paparan Kinerja BCA, Senin (8/2/2021).

Jahja menyebut tahun 2020 telah menjadi tahun bersejarah bagi BCA, karena total aset Perseroan mampu menembus seribu triliun rupiah untuk pertama kalinya, yakni mencapai Rp1.075,6 triliun atau naik 17 persen YoY.

“Pertumbuhan dana pihak ketiga tidak lepas dari tingginya tingkat kepercayaan nasabah serta kuatnya pondasi bisnis perbankan transaksi BCA, yang mana telah memperkokoh kontribusi CASA sebagai dana inti bank,” katanya.

Di mana CASA berkontribusi sebesar 76,6 persen dari total dana pihak ketiga. Untuk memperkuat franchise perbankan transaksi, BCA fokus untuk terus memperluas basis nasabah sekaligus mengembangkan solusi digital secara konsisten.

Internet Banking

Kantor PT Bank Central Asia Tbk (BCA). saat ini transpormasi digital BCA melalui internet dan mobile banking, dan berbagai aplikasi, fitur, alat pembayaran nontunai.
Kantor PT Bank Central Asia Tbk (BCA). saat ini transpormasi digital BCA melalui internet dan mobile banking, dan berbagai aplikasi, fitur, alat pembayaran nontunai.

Adapun jumlah transaksi melalui mobile dan internet banking terus bertumbuh dengan pesat, yakni sebesar 50,7 persen YoY. Pada tahun 2020, BCA memproses lebih dari 30 juta transaksi per hari secara rata-rata, atau naik 18,3 persen dari tahun 2019.

Hal ini ditopang dengan positifnya pertumbuhan likuiditas, sehingga BCA mampu mencetak pendapatan bunga yang lebih tinggi dari aset treasury, mengkompensasi imbal hasil (yield) dan outstanding kredit yang menurun.

“Selain itu, sejalan dengan tren penurunan suku bunga acuan dari Bank Indonesia, BCA mampu menurunkan suku bunga produk dana pihak ketiga, yang mana berdampak pada beban bunga yang lebih rendah,” jelasnya.

Oleh karena itu, BCA mampu mempertahankan pertumbuhan positif pada pendapatan bunga bersih di 2020, yakni naik 7,3 persen YoY menjadi Rp54,5 triliun. Di sisi lain, pendapatan non-bunga menurun tipis 0,5 persen YoY, menjadi Rp20,2 triliun.

“Secara total, pendapatan operasional tercatat sebesar Rp74,8 triliun, atau meningkat hingga 5,1 persen YoY,” pungkasnya.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: