BCA proses 45,7 juta transaksi per hari, 88 persennya secara digital

·Bacaan 1 menit

PT Bank Central Asia Tbk (BCA) memproses 45,7 juta transaksi per hari secara rata-rata selama sembilan bulan pertama tahun 2021 atau naik 39,2 persen dari periode yang sama tahun lalu.

"Angka ini menjadi kenaikan tertinggi dalam tiga tahun terakhir," ungkap Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja dalam Konferensi Pers Paparan Kinerja BCA Triwulan III 2021 secara daring di Jakarta, Kamis.

Ia menjelaskan mayoritas transaksi BCA dilakukan secara digital, yaitu 88 persen, sementara 11 persen transaksi dilakukan melalui ATM dan 0,5 persen lewat kantor cabang.

Tingginya transaksi digital tersebut pun mendorong peningkatan pendanaan, dana giro, dan tabungan (CASA) yang naik 21 persen di triwulan III 2021 jika dibandingkan dengan triwulan III 2020 atau mencapai Rp721,8 triliun.

Adapun CASA berkontribusi hingga 78,1 persen dari total dana pihak ketiga (DPK) yang berjumlah Rp923,7 triliun per September 2021.

Kendati transaksi digital mendominasi, BCA belum berminat mengurangi kantor cabang di wilayah Indonesia yang berjumlah 1.200 tersebut.

Pasalnya, Jahja menilai keberadaan kantor cabang BCA masih diperlukan untuk transaksi kredit, pembelian uang valuta asing (valas), hingga pemeriksaan giro.

"Kantor cabang kami dibanding dengan bank yang lain memang sebenarnya tidak terlalu banyak," ujarnya.

Saat ini, dirinya menuturkan terdapat delapan ribu sampai 10 ribu nasabah yang masih datang ke kantor cabang BCA untuk bertransaksi.

Baca juga: BCA tingkatkan modal anak perusahaan bank digital menjadi Rp4 triliun
Baca juga: BCA salurkan kredit Rp605,9 triliun hingga September 2021
Baca juga: BCA raup laba bersih Rp23,2 triliun pada triwulan III 2021

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel