Bea Cukai Kedepankan Langkah Preventif dalam Operasi Gempur 2021

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta Sebagai upaya dalam meningkatkan pengawasan terhadap barang kena cukai (BKC) ilegal, Bea Cukai kembali menggalakkan operasi gempur periode tahun 2021 secara serentak dan terpadu mulai Senin (16/08) silam. Mengedepankan langkah preventif lewat sosialisasi merupakan salah satu strategi yang dilakukan Bea Cukai dalam operasi gempur kali ini.

“Pengawasan BKC ilegal mengedepankan kegiatan preventif seperti sosialisasi tentang aturan cukai serta bahaya BKC ilegal. Pengawasan dalam operasi gempur ini melibatkan seluruh unsur Bea Cukai mulai dari pelayanan, pengawasan, kehumasan, hingga unit kepatuhan internal serta memanfaatkan sinergi dengan eksternal,” kata Tubagus Firman Hermansjah, Kepala Subdirektorat Komunikasi dan Publikasi Bea Cukai.

Beberapa Kantor Bea Cukai yang menggelar sosialisasi dalam rangka operasi gempur pada kesempatan ini adalah Bea Cukai Cirebon, Bea Cukai Malang, Bea Cukai Madura dan Bea Cukai Sidoarjo.

Bea Cukai Cirebon berkolaborasi dengan Sekretariat Daerah Kabupaten Kuningan melaksanakan sosialisasi bertajuk pembinaan pemberantasan pita cukai ilegal pada rokok dan tembakau pada Kamis (26/08) dan Senin (29/08). Kegiatan yang menyasar para kepala desa dan anggota Satpol PP ini bertujuan untuk mengedukasi sekaligus mengajak seluruh peserta agar berperan aktif dalam pemberantasan rokok ilegal, yaitu dengan cara melaporkan peredarannya kepada Bea Cukai.

Selaras dengan Bea Cukai Cirebon, Bea Cukai Malang mengadakan soialisasi gempur BKC ilegal kepada masyarakat sebanyak tiga kali dalam kurun waktu satu pekan mulai Jumat (27/08) hingga Jumat (03/09). Dalam sosialisasi yang merupakan hasil kerja sama dengan Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Malang ini, Bea Cukai Malang menyampaikan pemaparan terkait tugas dan fungsi Bea Cukai, ciri-ciri rokok ilegal, cara identifikasi keaslian pita cukai, hingga sanksi terhadap pelanggaran di bidang cukai

Sosialisasi dalam rangka operasi gempur juga digalakkan oleh Bea Cukai Madura. Bersama Bagian Administrasi Perekonomian Kabupaten Bangkalan, Bea Cukai Madura menyelenggarakan sosialisasi cukai dan rokok ilegal kepada masyarakat pada Kamis (26/08). Kemudian pada Senin (30/08), Bea Cukai Madura melanjutkan giat sosialisasi cukai bersama Dinas Komunikasi dan Informasi Sampang dengan mengundang Kelompok Informasi Masyarakat (KIM).

Selain sosialisasi secara langsung, kata Firman, Bea Cukai Madura juga kerap mengedukasi masyarakat tentang cukai lewat radio.

"Tiap jenis media memiliki segementasi sasaran berbeda-beda dan kami berkomitmen untuk menjangkau lebih luas dan lebih banyak kalangan masyarakat, karena penting untuk paham cukai dan penting untuk tahu bahwa BKC ilegal itu berdampak pada penurunan kesejahteraan masyarakat," tuturnya.

Sementara itu, masih dalam operasi gempur, Bea Cukai bersinergi dengan Pemkab Sidoarjo mengadakan sosialisasi pemberantasan rokok ilegal sekaligus pemberian bantuan langsung tunai (BLT) kepada buruh pabrik rokok yang berada di wilayah Kabupaten Sidoarjo. Tidak hanya itu, Bea Cukai Sidoarjo dengan Pemkot Mojokerto juga mengadakan sosialisasi pengumpulan informasi peredaran BKC ilegal pada keesokan harinya, Selasa (31//08).

“Kami sangat mengapresiasi segala bentuk sinergi dan kolaborasi yang telah ditawarkan instansi lain dalam membantu kami menyukseskan operasi gempur. Dengan adanya rangkaian sosialisasi ini, diharapkan dapat membantu menekan peredaran rokok ilegal, mendorong demand terhadap BKC yang legal serta mewujudkan penerimaan cukai yang optimal,” pungkas Firman.

(*)

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel