Bea Cukai Pacu Perkembangan Ekspor Nasional lewat Asistensi UMKM dan Kawasan Berikat

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta Menajalankan fungsi utama sebagai Industrial Assistance, Bea Cukai terus memberikan kemudahan dan pendampingan kepada pelaku usaha di berbagai daerah. Upaya ini dilakukan salah satunya dengan asistensi dan perizinan fasilitas sebagai wujud dukungn Bea Cukai terhadap kemajuan ekspor nasional.

“Asistensi merupakan salah satu upaya kami dalam memberikan dorongan kepada para pelaku usaha untuk mengembangkan usahanya. Kami siap membantu memberikan solusi atas kendala yang dihadapi. Selain itu, jika semua syarat terpenuhi, kami siap memberikan berbagai fasilitas kepabeanan, ini pasti akan membantu,” ujar Tubagus Firman, Kasubdit Komunikasi dan Publikasi Bea Cukai.

DI wilayah Jawa Timur, Bea Cukai Kediri bersama Bank Jatim cabang Kediri dan Paguyuban Kelud Mandiri, melakukan kunjungan dan asistensi ke UMKM industri rumahan kerupuk puli di Desa Jantok, Kecamatan Purwoasri dan rumah produksi batik tulis dan cetak di Desa Sekoto, Kecamatan Badas, Kamis (21/10).

Wahyu, pemilik usaha Krupuk Puli Jawa, mengungkapkan bahwa kunjungan dan asistensi kali ini sangat bermanfaat bagi perkembangan usahanya.

”Saya harap kegiatan ini dilakukan secara rutin dan merata kepada para pelaku UMKM di Kediri khususnya. Karena dengan kunjungan ini, kami sadar bahwa usaha ini dapat dikembangkan ke pasar yang lebih luas, bahkan ekspor,” imbuhnya.

Kemudian, Bea Cukai Sidoarjo melakukan asistensi ke 2 UMKM di wilayahnya. Di Tanggulangin, asistensi dilakukan ke galeri Morfby. Galeri Morfby merupakan salah satu UMKM penghasil produk kerajinan kulit ukir dengan menggabungkan keterampilan menjahit, mengukir, dan melukis. Dengan ciri khas tersebut, produk ini telah banyak diminati oleh konsumen baik lokal maupun mancanegara.

Selain itu, Bea Cukai Sidoarjo juga melakukan asistensi ke CV ESP E-Juice. Asistensi ini dilakukan terkait rencana ekspor perdana perusahaan ini.

“Kami melalui Bea Cukai Sidoarjo siap memberikan asistensi atau pendampingan kepada CV ESP E-Juice, hal ini juga terkait rencana ekspor perdana produknya berupa Liquid Vape berjumlah 1.275 botol tujuan Sydney, Australia melalui ekspedisi udara Bandara Juanda,” jelas Firman.

Selain kepada UMKM, Bea Cukai juga memberikan asistensi kepada pelaku usaha lain di berbagai daerah. Di Tasikmalaya, Bea Cukai Tasikmalaya melakukan asistensi ke calon penerima fasilitas kawasan berikat PT Goenoeng Putri Lestari dan PT Albasi Priangan Lestari. Keduanya merupakan perusahaan yang bergerak di bidang pengolahan kayu.

Terkait fasilitas kawasan berikat, Firman menjelaskan bahwa banyak manfaat terhadap perusahaan jika mengantongi izinnya.

“Dengan fasilitas kawasan berikat, banyak keuntungan yang diterima, baik kelancaran proses bisnis atau fasilitas fiskal. Seperti penangguhan bea masuk, pembebasan cukai, tidak dipungut pajak dalam rangka impor dan kemudahan proses pemerikasan barang,” imbuhnya.

"Diharapkan dengan adanya asistensi dan berbagai fasilitas ini, dapat meningkatkan hasil produksi bahkan volume ekspor perusahaan. Saat tingkat ekonomi perusahaan meningkat, diharapkan mampu menciptakan lapangan kerja yang lebih luas untuk masyarakat,” pungkas Firman.

(*)

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel