Bea Cukai Selamatkan Potensi Kerugian Negara Rp 906,15 miliar di 2021

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Direktorat jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mampu menyelamatkan potensi kerugian negara sebesar Rp 906,15 miliar di 2021. Bea Cukai melakukan 321 kali penegahan yang berpotensi merugikan negara.

"Perkiraan nilai barang mencapai Rp 3,56 triliun, dengan potensi kerugian negara sebesar Rp 906,15 miliar," tulis keterangan resmi dari kemenkeu.go.id, Jakarta, Kamis (6/1/2021).

Pada pelaksanaan operasi JS dan JW tahun 2021, Bea Cukai telah melakukan 16 kali penegahan dengan beberapa penegahan yang menonjol. Salah satunya, penegahan KLM. Tohor Jaya di perairan Pulau Burung, Riau yang membawa 17 Kg narkotika jenis methamphetamine dan 1.000 butir happy five.

Selanjutnya, Bea Cukai juga melakukan penegahan terhadap KLM. Musfita di perairan Natuna bermuatan sekitar 200 ton hasil hutan berupa rotan yang akan diselundupkan ke Malaysia. Selain itu, ada juga penegahan terhadap kapal kayu oskadon bermuatan sekitar 200 Kg narkotika jenis methamphetamine, 200.000 butir ekstasi dan 47.500 butir pil happy five di perairan Aceh Timur.

Beberapa hasil penegahan juga berasal dari kegiatan sinergi operasi antara lain penegahan bersama BNN. Dari operasi ini dilakukan penegahan terhadap KLM. Aisah 25 yang bermuatan 89 Kg narkotika jenis methamphetamine di perairan Donggala, Sulawesi Barat.

Selain itu juga sinergi dengan Polri menghasilkan penegahan terhadap SB. Edward Blackbeard bermuatan 107,328 Kg narkotika jenis methamphetamine di perairan Nongsa, Kepulauan Riau.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Keberhasilan Lain

(Foto:Dok.Bea Cukai_
(Foto:Dok.Bea Cukai_

Keberhasilan besar sinergi operasi lainnya yakni dalam satuan tugas patroli laut Bea Cukai dalam Operasi Dewa Ruci yang digelar oleh Bareskrim Polri. Satuan tugas patroli laut Bea Cukai berhasil mengungkap 1,278 ton narkotika jaringan internasional Timur Tengah pada April 2021.

Tidak hanya itu, Bea Cukai juga bersinergi dengan PSDKP Papua setelah melakukan penegahan terhadap KLM. Teman Setia yang diduga melakukan pelanggaran di bidang perikanan dan pelayaran di perairan Okaba, Papua. Selain komoditas di atas, komoditas yang berhasil diamankan dalam pelaksanaan operasi tersebut antara lain baby lobster, tekstil, hasil hutan berupa kayu teki, dan barang campuran lainnya.

Sebagai informasi, patroli laut Bea Cukai dengan skema mandiri merupakan kegiatan patroli laut yang dilaksanakan oleh satuan kerja vertikal Bea Cukai yang memiliki wilayah pengawasan laut dan dilaksanakan sepanjang tahun. Kegiatan pengawasan laut Bea Cukai yang dilaksanakan tersebut merupakan upaya serius pemerintah dalam melindungi dan mengamankan wilayah perairan Indonesia dari tindakan penyelundupan yang dapat merugikan negara.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel