Bebas Bersyarat, Rizieq Syihab Harus Wajib Lapor

Merdeka.com - Merdeka.com - Mantan pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Muhammad Rizieq Syihab resmi mendapatkan pembebasan bersyarat hari ini. Dia akhirnya dikeluarkan dari Rumah Tahanan (Rutan) Bareskrim Polri.

Meski demikian, Rizieq harus menjalani wajib lapor. Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Kemenkum HAM menyatakan selain wajib lapor, Rizieq harus mengikuti beberapa bimbingan yang dilakukan Balai Pemasyarakatan Jakarta Pusat (Jakpus).

"Selama itu yang bersangkutan mengikuti bimbingan dan menjadi klien dari Balai Pemasyarakatan Jakarta Pusat, masih wajib lapor dan ada syarat-syarat lainnya," kata Kabag Humas dan Protokol Ditjenpas Kemenkumham, Rika Aprianti kepada merdeka.com, Rabu (20/7).

Rika mengatakan kewajiban itu harus dijalani Rizieq usai menjalani hukuman dengan baik dan telah menjalani 2/3 dari masa pidana. "Dan sisa pidananya dijalani di luar masa percobaannya sampai 10 Juni 2024," kata dia.

Selama menjalani masa pembebasan bersyarat, kata Rika, Rizieq harus menaati beberapa aturan. Di antaranya tidak boleh melakukan tindakan yang meresahkan masyarakat dan tak boleh melakukan tindak pidana.

"Apabila terjadi itu, maka hak bersyaratnya di akan dicabut," tegasnya.

Rizieq Sudah Penuhi Syarat Bebas

Rizieq telah mendapatkan pembebasan bersyarat pada 20 Juli 2022 usai ditahan pada 12 Desember 2020 di Rutan Bareskrim Polri.

"Bahwa yang bersangkutan telah memenuhi syarat administratif dan substantif untuk mendapatkan hak remisi dan integrasi sesuai dengan Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia RI Nomor 7 Tahun 2022," kata Rika.

Rizieq telah diadili dalam tiga kasus berbeda, yakni kasus keramaian di Petamburan, Jakarta Pusat, kasus keramaian di Megamendung, Kabupaten Bogor, dan kasus hasil tes swab di RS Ummi. [tin]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel