Bebas Kolesterol dan Hipertensi dengan Pahami 3 Hal Ini

·Bacaan 4 menit

Liputan6.com, Jakarta Dalam beberapa jam lagi, kita akan memasuki tahun yang baru. Di momen perayaan akhir tahun ini, biasanya aktivitas yang jamak dilakukan adalah berkumpul bersama keluarga.

Sambil menunggu waktu pergantian tahun, biasanya kita memasak ayam atau daging dengan cara dipanggang. Menikmati momen sambil makan enak memang nggak ada salahnya, tapi pastikan kamu nggak berlebihan ya.

Apalagi buat kamu yang punya riwayat kolesterol dan hipertensi. Pantau terus berapa banyak makanan yang kamu konsumsi di malam tahun ini ya! Nah, ngomong-ngomong tentang kolesterol dan hipertensi, kedua penyakit itu dapat muncul karena asupan lemak dan garam yang terlalu tinggi.

Jika kamu nggak kontrol takarannya dan pola makan berlemak dengan kandungan garam yang tinggi terus dilakukan, hati-hati ya karena dapat mengakibatkan gangguan jantung dan stroke.

Untuk itu, mulai hari ini kamu harus mulai memahami dan menyadari kebutuhan lemak dan sodium yang ideal dan sehat bagi tubuh. Biar lebih jelas, yuk bahas selengkapnya seperti dijelaskan Chef Chandra Yudasswara dalam kegiatan Indonesia Memasak 2021 by Yummy berikut ini:

1. Pentingnya Lemak Bagi Tubuh

Selain protein dan karbohidrat, lemak adalah salah satu jenis makronutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh. Namun nggak semua jenis lemak dapat memberikan beragam kebaikan bagi tubuh.

Untuk diketahui, jenis lemak yang baik untuk kesehatan adalah lemak sehat atau lemak tak jenuh, misalnya asam lemak omega 3. Manfaatnya untuk membantu penyerapan vitamin, menghasilkan energi bagi tubuh, menyehatkan kulit dan rambut, menjaga tubuh agar tetap hangat, dan melindungi berbagai organ penting.

Namun kamu juga harus tahu bahwa ada lemak yang dapat menyebabkan peningkatan kolesterol total dan kolesterol LDL (low-density lipoprotein) yang disebut LDL sering disebut kolesterol jahat. Bentuknya yang mirip lilin sering ditemui dihidangan yang mengandung lemak hewani, seperti kulit ayam, produk susu kental manis, dan minyak seperti minyak kelapa, dan minyak kelapa sawit.

"Lemak tersebut akan membentuk plak atheroma dalam pembuluh darah yang berdampak pada penyempitan pembuluh darah ke jantung. Jika hal ini terjadi, dampak terburuknya adalah terjadinya kematian otot jantung yang dapat menyebabkan kematian," jelas Chandra.

2. Sodium Sebabkan Penumpukan Lemak

Sodium adalah komponen utama garam meja (Sodium Chloride) dan dalam diet modern. Sayangnya, nggak sedikit orang yang mengonsumsi terlalu banyak sodium dalam garam. Biasanya sodium ditambahkan dalam jumlah besar ke berbagai makanan dan digunakan dalam pengawetan makanan.

Konsumsi berlebihan sodium menyebabkan tekanan darah tinggi (hipertensi) yang kemudian menyebabkan penyakit jantung dan stroke. Oleh karena itu, kamu harus bijak ya untuk mengatur jumlah natrium yang dimakan. Jika kamu memiliki tekanan darah tinggi, batasi konsumsi natrium dan tingkatkan konsumsi potasium.

Selain itu, terlalu banyak garam, dapat menyebabkan penumpukan cairan di sekitar jantung dan paru-paru, sehingga membuat jantung harus bekerja lebih keras. Tekanan darah tinggi yang tidak terkendali juga dapat merusak dinding arteri.

"Di situasi seperti ini, penumpukan lemak juga akan terjadi, yang mana juga berpotensi memicu serangan jantung atau stroke. Kita jadi tahu, ya, betapa hal yang terlalu berlebihan juga tak baik untuk kita," ungkap Chandra.

3. Tambahkan Rempah di Masakan

Untuk mencegah konsumsi lemak yang berlebihan, Chandra mengungkapkan beberapa hal yang perlu dihindari. Mulai dari teknik memasak, hingga memilih camilan buah-buahan atau kacang-kacangan daripada cokelat atau biskuit.

"Kemudian, jangan lupa juga untuk mengkonsumsi daging tanpa lemak. Kita bisa membuang lemak yang masih menempel pada daging sebelum mengolahnya. Lalu, pilihlah produk olahan susu dengan kandungan lemak rendah, seperti susu rendah lemak atau yoghurt. Menggoreng atau menumis dengan minyak zaitun atau minyak jagung yang lebih rendah lemak. Hindari pula makanan bersantan. Kebiasaan minum kopi juga bisa membuat kita lebih berisiko apabila kita sering menambahkan krim atau susu ke dalamnya," pesan Chandra.

Sedangkan untuk mengurangi konsumsi sodium, memperbanyak konsumsi sayur dan buah yang mengandung sedikit sodium adalah tomat, wortel, bayam, brokoli, seledri, selada, bawang bombay, apel, jeruk, jeruk nipis, dan pisang.

Imbangi juga dengan memilih produk makanan dan minuman rendah garam dengan mengecek nutrition fact yang ada di kemasan. Kemudian, alih-alih pakai saus, garam, atau bumbu yang neko-neko, tambahkan saja rempah-rempah pada masakan.

Nah, sekarang sudah tahu kan takaran ideal mengonsumsi lemak dan sodium agar terhindar kolesterol dan hipertensi. Oh ya, jika kamu adalah pencinta kuliner dan memiliki passion memasak, ada baiknya sering mencari inspirasi ilmu terkait ragam kuliner sehat Nusantara.

Kamu punya bahan apapun di kulkas, jangan ragu untuk mengeksplor. Olah aja dan #BebasMasakApaSajadi Yummy!

(*)

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel