Beberapa Aturan Baru F1 2021

Giorgio Piola
·Bacaan 3 menit

Jadwal untuk Kejuaraan Dunia Grand Prix Formula 1 (F1) 2021 sudah dirilis beberapa hari lalu. Regulasi pun diyakini tidak akan terlalu banyak berubah.

Namun begitu, bila regulasi F1 2021 dilihat lebih detail, ada sejumlah perubahan signifikan yang siap memberikan tantangan baru bagi seluruh peserta balap jet darat itu pada musim depan.

Aturan soal Lantai (Floor)

Perbandingan lantai mobil F1 musim 2020 dengan 2021.

Perbandingan lantai mobil F1 musim 2020 dengan 2021.<span class="copyright">Giorgio Piola</span>
Perbandingan lantai mobil F1 musim 2020 dengan 2021.Giorgio Piola

Giorgio Piola

Perubahan aturan beberapa tahun lalu yang didasari permintaan tim-tim agar mobil memiliki gaya tekan (downforce) lebih besar ternyata membuat level keausan ban meningat drastis.

Pirelli yang menyuplai ban di F1 dua musim terakhir pun mendukung langkah agar mobil-mobil F1 bisa lebih cepat lagi. FIA dan tim-tim akhirnya sepakat agar downforce dikurangi 10%.

Caranya adalah membuat potongan diagonal pada lantai (floor) di depan ban belakang. Modifikasi ini diharapkan bisa mengurangi upaya tim yang selama ini memakai sejumlah komponen aerodinamika tambahan demi “mengakali” aliran udara di bagian tersebut.

Faktanya, data dari hasil beberapa lomba awal musim ini menunjukkan perubahan tersebut belum mampu mengurangi downforce mobil hingga 10%. Tim-tim juga sudah mampu menemukan cara untuk mengatasi problem teknis ini dan terbukti mampu meningkatkan performa mobil mereka.

Untuk 2021, lantai mobil, utamanya di depan ban belakang, tidak boleh ada peranti aerodinamika karena dikhawatirkan para desainer mengakalinya untuk mendapatkan keuntungan dari modifikasi tersebut.

Tes beban juga lebih diperketat. Poinnya adalah mengetahui fleksibilitas lantai. Jika sebelumnya toleransi fleksibilitas 10 mm secara vertikal, kini hanya 8 mm saat menahan beban seberat 500 nm (setara 50,5 kgm). Perubahan ini dimaksudkan agar mobil tetap stabil saat melibas lintasan yang tidak rata.

Sistem DAS pada Mercedes AMG W11.

Sistem DAS pada Mercedes AMG W11.<span class="copyright">Giorgio Piola</span>
Sistem DAS pada Mercedes AMG W11.Giorgio Piola

Giorgio Piola

Semua tahu, sejak awal musim 2020, Tim Mercedes-AMG Petronas mengaplikasi sistem Dual Axis Steering (DAS). Namun, beberapa perubahan akan dilakukan dalam regulasi agar DAS tidak lagi dipakai musim depan.

Material Ramah Lingkungan

Selama ini mobil-mobil F1 dibuat dari serat karbon komposit dan aluminium campuran. Namun mulai musim 2021, bahan-bahan dari alam seperti rami, linen, katun, hingga bambu, boleh digunakan.

Serat karbon sendiri mulai dikenal di F1 sejak desainer top Tim McLaren, John Barnard, membuat sasis MP4/1 dikenalkan pada 1981. Karena ringan dan sangat kuat, serat karbon bertahan dipakai sebagai bahan untuk sasis selama puluhan tahun.

Salah satu kelemahan serat karbon adalah bila terjadi kecelakaan, serpihannya yang tajam sangat berbahaya bila tercecer di lintasan.

Serat karbon campuran berbahan dasar dari alam seperti lansiran Ycom dan Bcomp dipercaya mampu menahan benturan lebih baik dibanding serat karbon saat ini.

Hasil tes tabrakan menunjukkan, serat karbon alami 40% lebih berat ketimbang serat karbon biasa. Saat ini, mungkin serat karbon alami belum menarik perhatian. Tetapi, seiring kemajuan teknologi, tidak ada yang sulit dilakukan di F1.

Sortir Bahan Bakar

Untuk mengurangi penggunaan oli dan pelumas lain saat proses pembakaran, FIA terus berupaya agar oli yang terbakar jauh lebih sedikit.

Salah satunya penggunaan dua saluran bahan bakar. Keduanya didesain sedemikian rupa untuk mencegah kemungkinan kerusakan dengan panjang hanya satu meter.

Untuk kasis bahan bakar dan pelumas, jumlah dan spesifikasinya tidak akan berubah. Namun formulasinya akan diperbarui untuk musim 2021.

Cegah Kasus "Pink Mercedes"

Dugaan sasis Tim Racing Point-BWT, RP20, menjiplak mobil Tim Mercedes pada musim 2019, F1 W10, dipastikan tidak lagi terjadi pada musim depan.

Regulasi untuk 2021 menyebut, daftar komponen yang desainnya bisa ditiru bakal lebih banyak. Ini untuk menghindari sebuah tim menjiplak langsung desain tim lain.

Sebuah tim juga hanya boleh mengambil informasi desain mengacu hasil tes atau balap. Teknik meniru desain tim lain dengan menggunakan stereophotogrammetry dan 3D atau scanning tools juga dilarang.

Untuk beberapa kasus, sebuah tim wajib menyusun daftar komponen apa saja yang mereka desain mirip dengan tim lain. FIA juga bisa meminta tim untuk mendemonstrasikan proses seluruh desain.