Bed Occupancy Rate di RS Darurat Wisma Atlet Turun Jadi 44,8 Persen

·Bacaan 1 menit
Pasien tanpa gejala Covid-19 yang diantar dengan ambulans tiba di Hotel U Stay Mangga Besar, Sawah Besar, Jakarta, Senin (28/9/2020). Sebagian pasien tanpa gejala mulai diisolasi di hotel untuk mengantisipasi daya tampung Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet yang semkain padat. (Liputan6.com/Faizal Fana
Pasien tanpa gejala Covid-19 yang diantar dengan ambulans tiba di Hotel U Stay Mangga Besar, Sawah Besar, Jakarta, Senin (28/9/2020). Sebagian pasien tanpa gejala mulai diisolasi di hotel untuk mengantisipasi daya tampung Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet yang semkain padat. (Liputan6.com/Faizal Fana

Liputan6.com, Jakarta - Tingkat hunian tempat tidur (Bed Occupancy Rate/BOR) di RS Darurat Wisma Atlet Jakarta turun menjadi 44,8 % pada hari ini. Sebelumnya angka BOR sempat mencapai sekitar 90% pada akhir September 2020.

Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 Doni Monardo mengatakan, penurunan BOR RS Wisma Atlet tersebut memperlihatkan semakin banyaknya pasien yang telah sembuh dan berhasilnya upaya pencegahan dari berbagai pihak. Menurut Doni, dengan adanya penurunan BOR ini, dokter dan tenaga medis dapat melakukan konsolidasi.

"Penurunan BOR ini memberi ruang bagi dokter dan tenaga medis untuk konsolidasi dan rileksasi. Dokter dan tenaga medis sudah bekerja keras untuk pengobatan pasien COVID-19 dan saat inilah mereka dapat beristirahat sejenak untuk memulihkan tenaga dan pikiran mereka,” jelas Doni usai berkunjung ke RS Darurat Wisma Atlet, Rabu (28/10/2020).

Menurutnya, agar tidak terjadi lagi lonjakan BOR, Doni meminta masyarakat untuk tetap menjaga dan menerapkan protokol kesehatan terutama di masa libur panjang ini.

3M

"Long weekend ini dapat menimbulkan potensi tambahan jumlah positif COVID-19. Karenanya, kami tak henti untuk terus mengingatkan masyarakat agar selalu mematuhi protokol kesehatan," ujarnya.

Doni meminta masyarakat disiplin dalam menerapkan 3M, yakni memakai masker, mencuci tangan dengan sabun atau handsanitizer serta menjaga jarak. Selain itu diharapkan masyarakat dapat menghindari kerumunan.

"Mari kita berikan kesempatan bagi dokter dan tenaga medis untuk konsolidasi dan rileksasi dengan menerapkan protokol kesehatan dimanapun kita berada,” ujar Doni.

Saksikan video pilihan di bawah ini: