Beda Karbohidrat Kompleks dan Sederhana, Ketahui Fungsinya

Liputan6.com, Jakarta Karbohidrat adalah salah satu sumber energi utama tubuh bagi tubuh. Tubuh menggunakan karbohidrat sebagai sumber utama bahan bakar untuk banyak kegiatan, dan karbohidrat adalah salah satu dari tiga makronutrien yang digunakan tubuh untuk bahan bakar. Dua lainnya adalah protein dan lemak.

Karbohidrat terdiri dari tiga komponen utama, serat, pati, dan gula. Otak dan tubuh mengandalkan karbohidrat untuk berfungsi dengan baik. Beberapa orang menghindari karbohidrat karena dapat memicu penambahan berat badan. Padahal, menemukan karbohidrat yang tepat justru dapat memertahankan berat badan yang ideal.

Serat dan pati adalah karbohidrat kompleks, sedangkan gula adalah karbohidrat sederhana. Keduanya memiliki perbedaan dari segi bentuk dan manfaat. Kedua jenis karbohidrat ini sering hadir dalam banyak makanan.

Mengenal perbedaan antara karbohidrat kompleks dan sederhana akan membuat Anda dapat menentukan jenis mana yang cocok sesuai kebutuhan. Berikut perbedaan karbohidrat kompleks dan sederhana yang berhasil Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Selasa (14/1/2020).

Komponen karbohidrat sederhana

Ilustrasi/copyright shutterstock.com/RossHelen

Karbohidrat sederhana adalah karbohidrat yang terdiri dari satu atau dua molekul gula, sedangkan karbohidrat kompleks mengandung tiga atau lebih molekul gula. Karbohidrat sederhana atau yang juga disebut gula, terdiri dari rantai molekul yang lebih pendek dan lebih cepat dicerna daripada karbohidrat kompleks.

Fruktosa dan sukrosa adalah gula alami yang ditemukan dalam buah-buahan dan sayuran. Laktosa adalah gula alami dalam susu. Ketika tubuh mendapatkan gula alami dari makanan utuh seperti ini, Anda mendapatkan dorongan energi lebih cepat.

Cara karbohidrat sederhana dicerna

ilustrasi makan/Photo by Louis Hansel on Unsplash

Karena terdiri dari dari satu atau dua molekul gula, karbohidrat sederhana dicerna cenderung lebih cepat dicerna tubuh. Fakta ini berarti bahwa karbohidrat sederhana menghasilkan lonjakan glukosa darah, menyediakan sumber energi jangka pendek. Karbohidrat sederhana dapat memicu naiknya gula darah yang mengarah pada risiko diabetes.

Meski begitu, beberapa karbohidrat sederhana hadir dalam makanan sehat, seperti susu dan buah-buahan, yang mengandung berbagai vitamin, mineral, dan nutrisi lain yang diperlukan.

Manfaat karbohidrat sederhana

Ilustrasi makanan (iStockphoto)

Karbohidrat sederhana mungkin memiliki keunggulan dibandingkan kompleks saat dikonsumsi sebelum dan setelah berolahraga. Karbohidrat sederhana dicerna lebih cepat dan membantu menghasilkan energi lebih cepat. ula sederhana mudah digunakan untuk energi dan cepat diserap oleh tubuh, karena mereka dapat dengan cepat dipecah menjadi glukosa.

Manfaat karbohidrat sederhana cocok dikonsumsi untuk megembalikan energi dengan cepat. Ini dapat berguna bagi seseorang yang kelelahan atau sedang sakit dan membutuhkan energi lebih.

Contoh karbohidrat sederhana yang sehat

Ilustrasi Susu Putih (iStockphoto)

Ada banyak kasus makanan yang mengandung karbohidrat sederhana cocok untuk diet sehat. Misalnya, buah-buahan dan sayuran mengandung karbohidrat sederhana, tetapi mereka kaya akan zat gizi mikro, seperti vitamin dan mineral.

Ada juga susu dan produk susu mengandung laktosa, yang merupakan jenis karbohidrat sederhana. Makanan ini tidak mengandung serat tetapi kaya akan protein, kalsium, dan vitamin D.

Karbohidrat sederhana yang harus dihindari biasanya dalam makanan olahan atau gula tambahan. Menambahkan gula ke makanan meningkatkan kandungan kalorinya, tanpa memberikan nutrisi tambahan.

Komponen karbohidrat kompleks

Karbohidrat dengan Glikemik Tinggi / Sumber: iStockphoto

Karbohidrat kompleks terdiri dari serat dan pati yang dirangkai dalam rantai panjang dan kompleks. Karbohidrat kompleks memiliki lebih banyak nutrisi dan membutuhkan waktu lebih lama bagi tubuh untuk dicerna. Makanan karbohidrat kompleks menyediakan vitamin, mineral, dan serat yang penting bagi kesehatan seseorang.

Banyak makanan karbohidrat kompleks memiliki campuran dari karbohidrat sederhana. Misalnya, buah mengandung gula buah alami (fruktosa, karbohidrat sederhana) serta serat makanan (karbohidrat kompleks). Makanan nabati seperti kacang-kacangan dan biji-bijian mengandung gula tambahan yang rendah dan serat yang tinggi.

Manfaat karbohidrat kompleks

Ilustrasi makan (dok. Pixabay.com/Putu Elmira)

Karbohidrat kompleks mengandung lebih banyak nutrisi daripada karbohidrat sederhana. Mereka lebih tinggi serat dan dicerna lebih lambat. Ini juga membuat tubuh lebih kenyang, yang berarti merupakan pilihan yang baik untuk mengontrol berat badan.

Karbohidrat kompleks juga ideal untuk penderita diabetes tipe 2 karena mereka membantu mengelola lonjakan gula darah setelah makan. Serat dan pati adalah dua jenis karbohidrat kompleks. Serat sangat penting karena meningkatkan keteraturan usus dan membantu mengontrol kolesterol.

Cara karbohidrat kompleks dicerna

ilustrasi makan makanan/Photo By chomplearn on Shutterstock

Karbohidrat kompleks membutuhkan waktu lebih lama untuk dicerna dan merupakan sumber energi yang lebih stabil daripada karbohidrat sederhana. Karbohidrat kompleks mengandung rantai molekul gula yang lebih panjang daripada karbohidrat sederhana. Tubuh mengubah molekul-molekul gula ini menjadi glukosa, yang digunakannya untuk energi.

Karena karbohidrat kompleks memiliki rantai yang lebih panjang, mereka membutuhkan waktu lebih lama untuk memecah dan menyediakan energi yang lebih tahan lama di dalam tubuh daripada karbohidrat sederhana.

Contoh karbohidrat kompleks

Contoh karbohidrat kompleks (sumber: istockphoto)

Karbohidrat kompleks ditemukan dalam makanan utuh yang tidak diproses, termasuk buah-buahan, sayuran, kacang-kacangan dan biji-bijian. Karbohidrat kompleks hadir dalam makanan seperti roti dan pasta. Gandum dan makanan yang masih mengandung serat adalah karbohidrat kompleks.