Beda Nasib Bali dan Yogyakarta dalam Pemulihan Ekonomi

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah terus menjalankan stategi pemulihan ekonomi sekaligus pengendalian pandemi Covid-19. Namun pemulihan ekonomi ini berbeda setiap daerah, terutama daerah yang ditopang oleh sektor pariwisata seperti Bali dan Yogyakarta.

Sebelum pandemi, Pulau Bali ini menjadi daerah dengan pertumbuhan ekonomi yang tinggi. Namun selama 2 tahun terakhir ekonomi di Bali menjadi yang paling terpuruk di antara daerah-daerah yang ada di Indonesia.

"Begitu pandemi pertumbuhan di Bali menjadi yang paling rendah dan pemulihannya paling lambat," kata Peneliti Core Indonesia, Mohammad Faisal dalam Refleksi Ekonomi Akhir Tahun 2021, Jakarta, Rabu (29/12/2021).

Untungnya, kata Faisal kondisi tersebut hanya terjadi di Bali. Yogyakarta, yang juga daerah yang mengandalkan sektor pariwisata tidak mengalami hal yang sama. Sebaliknya pertumbuhan ekonomi di kota pelajar tersebut jauh lebih baik.

Pertumbuhan ekonomi di Yogyakarta telah mencapai dua digit. Pertumbuhan ini terjadi karena ada sektor pendukung lainnya yang masih bisa mengerek perekonomian daerah yakni sektor industri pengolahan, informasi dan komunikasi, konstruksi dan pendidikan.

"Ini menjadi bantalan saat sektor pariwisata kontraksi, jadi empat sektor tersebut jadi peredam," kata dia.

Pada kuartal II-2021, pemerintah melakukan sejumlah kelonggaran. Sektor pariwisata pun menggeliat dengan pertumbuhan 58,8 persen. Begitu juga dengan Bali, namun angkanya jauh lebih rendah karena hanya mampu tumbuh 4,9 persen saja.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Perbedaan Nasib

Pesepeda berfoto di perempatan Tugu Pal Putih Yogyakarta, Sabtu (26/12/2020). Kini, proses penataan kembali kawasan Tugu Pal Putih Yogyakarta rampung dilakukan, dan area yang menjadi salah satu ikon kota Yogya terlihat lebih rapi tanpa gangguan kabel melintang. (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)
Pesepeda berfoto di perempatan Tugu Pal Putih Yogyakarta, Sabtu (26/12/2020). Kini, proses penataan kembali kawasan Tugu Pal Putih Yogyakarta rampung dilakukan, dan area yang menjadi salah satu ikon kota Yogya terlihat lebih rapi tanpa gangguan kabel melintang. (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)

Faisal menjelaskan pemulihan ekonomi di Bali sangat bergantung pada kebijakan transportasi udara. Sementara di Yogyakarta tidak begitu terpengaruh karena perjalanannya masih bisa ditempuh melalui jalur darat, baik menggunakan transportasi umum maupun kendaraan pribadi.

"Permintaan jasa pariwisata yang tertahan ini karena masyarakat khususnya yang dari Jabodetabek ini tidak bisa ke Bali dan luar negeri lalu menjadikan Yogyakarta sebagai pilihan," kata dia.

Terlebih akses darat menuju Yogyakarta telah memiliki jalur tol lintas jawa yang sudah selesai. Sehingga masyarakat dari Jabodetabek ini bisa melakukan perjalanan darat.

"Jadi ini perbedaan nasib Jogja dan Bali," kata dia.

Dia menyarankan agar setiap daerah tidak bergantung pada satu sektor sebagai penggerak utama perekonomian. Semakin beragam sektor pengungkit ekonomi, akan membuat suatu daerah lebih berdaya tahan manakala salah satu sektor terguncang.

"Kalau hanya bergantung pada satu sektor, nanti kalau ada apa-apa di sektor itu akan kembali terguncang," kata dia mengakhiri.

Reporter: Anisyah Al Faqir

Sumber: Merdeka.com

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel