Beda Pengakuan, Sejoli Tersangka Aborsi Dites Kejiwaan dan DNA Tentukan Siapa Benar

Merdeka.com - Merdeka.com - Kepolisian Resor Kota Besar Makassar melakukan tes kejiwaan dan DNA terhadap dua tersangka aborsi tujuh janin. Pemeriksaan dilakukan Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokes) Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Selatan (Sulsel).

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polrestabes Makassar, Ajun Komisaris Besar Reonald TS Simanjuntak mengaku kedua tersangka yakni SM (30) dan NM (29) sudah dibawa ke Biddokes Rumah Sakit Bhayangkara Makassar untuk menjalani tes kejiwaan dan DNA. Ia mengakui tes kejiwaan dan DNA sempat tertunda beberapa hari lalu karena kondisi tersangka perempuan.

"Saat ini masih berlangsung untuk proses pemeriksaan kejiwaan dengan psikiater dengan Biddokes Polda Sulsel. Jadi mohon waktunya, sekalian nanti pengambilan sampel DNA," kata Reonald di Mapolrestabes Makassar, Senin (13/6).

Reonald mengaku belum mengetahui hingga kapan pemeriksaan kejiwaan dan DNA selesai. Alasannya, hal tersebut tergantung dari kondisi kedua tersangka.

"Tergantung dari kondisi yang diperiksa. Jadi bukan tergantung dari psikiaternya, tetapi tergantung kondisi diperiksa. Karena untuk memeriksa kejiwaan dia perlu tenang, lihat kondisi dan tidak memaksakan untuk mendapatkan hasil maksimal," tegasnya.

Meski demikian, saat kedua tersangka dibawa ke Biddokes Polda Sulsel, kondisi kedua tersangka dalam kondisi sehat dan siap menjalani tes kejiwaan dan DNA. Terkait pemeriksaan DNA dilakukan untuk mencocokan keterangan dari kedua tersangka.

"Itu kita lakukan karena adanya beda pendapat antara tersangka laki-laki dengan perempuan. Tersangka perempuan bahwa tujuh janin itu hasil hubungan mereka. Sementara laki-laki sepengetahuannya hanya empat," beber dia.

Reonald juga mengaku tersangka perempuan belum termasuk korban kekerasan oleh tersangka laki-laki. Ia mengaku tersangka perempuan mau melakukan aborsi karena dijanjikan dinikahi.

"Kesimpulan yang kami ambil bahwa tidak ada kekerasan, ancaman, dan paksaan di situ. Yang ada janji dan itulah harapan dipegang oleh tersangka perempuan untuk dinikahi," ucapnya. [cob]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel