Beda Rasa Mudik di Tengah Pandemi, Dulu Dilarang Kini Bebas

Merdeka.com - Merdeka.com - Antusias pemudik di masa lebaran pecah setelah pemerintah mengumumkan diperbolehkan. Dua tahun sebelumnya, pemerintah mengimbau masyarakat tidak mudik karena alasan pandemi Covid-19.

Salman (32), yang pulang ke Jawa Timur ini merasakan bedanya mudik selama pandemi tiga tahun belakangan. Ia bersyukur tahun 2022 segalanya sudah dipermudah. Bahkan, terasa seperti sebelum pandemi.

Terutama paling beda adalah syarat-syarat untuk melakukan perjalanan jauh. Tidak ada lagi harus tes Covid-19 dan syarat lain. Hanya menunjukkan sudah dua kali vaksin.

Dua tahun sebelumnya ia memilih naik pesawat terbang karena syarat yang diperlukan tidak banyak dibandingkan naik kereta api. Namun, tahun ini ia memilih naik kereta api karena aturannya sudah tidak dipersulit.

"Sudah tidak ada lagi persyaratan ribet-ribet," katanya saat berbincang dengan merdeka.com, Sabtu (30/4).

Pada 2020 atau tahun pertama pandemi, Salman harus mudik, jauh-jauh hari sebelum hari raya. Ia mudik sebelum pemerintah menyampaikan larangan. Namun, kali ini ia tenang bisa melakukan mudik H-5.

Saat kembali, dia sempat mengaku kesulitan. Salman harus rela menempuh dua kali perjalanan menuju Jakarta. Penyebabnya saat itu untuk ke Jakarta harus memiliki surat keterangan tinggal.

Sehingga, Salman harus mengambil langkah terbang ke Bandung, lalu dilanjutkan perjalanan darat dengan travel ke Jakarta. Saking sulitnya bermudik, Salman sampai meninggalkan anak dan istri di kampungnya.

"Pas baliknya saat mesti ninggalin anak istri di kampung gara-gara ribet baliknya," ujar Salman.

Sementara, Sari pegawai kantoran di bilangan Palmerah ini memilih mudik lebih awal di tahun 2022. Pada tahun sebelumnya pun ia kerap melakukan mudik di tengah pandemi.

Dugaannya benar, tiket ke kampung halamannya Sumatera Barat justru semakin mahal mendekati lebaran. Ia sudah berangkat sejak Sabtu, 23 April lalu. Saat itu tiketnya masih harga normal.

Harga tiket pesawat yang ditumpangi pada mudik tahun sebelumnya memang lebih murah. Bahkan suasana di dalam pesawat pun berbeda.

Dulu, jumlah pemudik tidak terlalu banyak. Di dalam pesawat terlihat lengang dan antar penumpang ada jarak.

Tahun ini, kata Sari, sudah ramai. Tidak lagi ada suasana sepi selama di pesawat.

"Sekarang kudu bersabar sama ibu-ibu bawa anak kecil, anaknya nangis-nangis di pesawat," katanya sambil tertawa.

Sari tak terlihat begitu khawatir dengan padatnya penumpang di pesawat. Begitu juga dengan Salman yang cukup kaget padatnya kereta yang ia tumpangi. Rasanya sudah seperti mudik lebaran normal.

"Takut (terpapar Covid-19) sih enggak. Pasrah aja sudah," ucapnya. [bal]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel