Beda tempat pijat biasa dan plus-plus

MERDEKA.COM, Banyak prostitusi terselubung berkedok pijat dan spa di Jakarta. Jika salah pilih, bisa masuk perangkap 'plus-plus.' Padahal yang dicari sebenarnya cuma pijat kesehatan saja.

Di kawasan Tebet, Jakarta Selatan misalnya. Banyak tempat spa dan pijat yang sebenarnya juga menyediakan layanan 'ekstra'. Mereka tak cuma menawarkan pijat dan spa, melainkan layanan lebih.

Seperti tempat pijat yang terletak tak jauh dari Stasiun Tebet. Dari promosi yang diedarkan melalui selebaran-selebaran, sepertinya tempat ini cuma menyediakan jasa pijat dan spa. Namun setelah ditelusuri, ternyata tempat ini juga menyediakan fasilitas ekstra.

"Kalau mau pijat biasa, 90 menit cuma Rp 75.000," ujar salah seorang terapis berparas cantik kepada merdeka.com, belum lama ini.

Wanita muda yang mengaku berasal dari Semarang, Jawa Tengah tersebut menceritakan, para pelanggan biasanya pria-pria kantoran yang capek habis kerja seharian.

"Tapi banyak juga yang kecele, dikira di sini tempat pijat biasa. Kebanyakan mereka lanjut saja, sudah terlanjur. Tapi ada juga yang cuma memilih pijat biasa, di lantai satu ini," lanjutnya.

Karena menyediakan layanan plus-plus, tempat pijat ini tidak terang-terangan. Tapi tetap saja pihak yang berwajib mengendusnya. "Di sini setorannya kenceng, gak pernah kena gerebek," ceritanya.

Gak takut digerebek warga? "Mereka tidak tahu. Tahunya ya cuma tempat pijat dan spa saja," ujar terapis tersebut dengan logat Jawa yang kental.

Lain cerita di tempat pijat beneran. Karena memang benar menyediakan pijat kesehatan, tempat ini biasanya tidak tertutup.

Misalnya tempat pijat yang terletak di Jl KH Abdullah Syafii, Tebet. Sebuah rumah besar disulap menjadi 6 ruangan yang hanya disekat oleh korden saja.

Tempat pijat yang memiliki terapis pria dan wanita ini tidak menawarkan pelayanan lebih, kecuali tambahan luluran dengan ramuan dari bahan-bahan yang mereka bikin sendiri. Hebatnya, tempat pijat ini telah memiliki banyak cabang di Jakarta, dengan menggunakan sistem francise.

Saat masuk kita langsung disapa oleh resepsionis yang merangkap sebagai kasir. Wanita yang masih berusia 20-an tahun itu langsung menyapa dengan ramah dan menawarkan paket yang disediakan.

"Kalau full body massage 90 menit Rp 60.000, tambah Rp 25.000 kalau pakai luluran," sapa wanita tersebut.

Di tempat ini, pelanggan pria dilayani terapis pria. Demikian pula pelanggan wanita, juga dilayani terapis wanita. "Kalau mau yang plus-plus bukan di sini, tapi di dekat sini juga ada," ujar salah seorang terapis sambil tertawa.

"Layanannya di sini memuaskan, murah lagi," kata salah satu pelanggan setia tempat pijat tersebut, Mumun (28).

Mumun pun tak canggung mengajak teman prianya untuk pijat bersama di tempat ini. Karena kebetulan, tempat pijit ini lokasinya tak jauh dari tempatnya bekerja.

Sumber: Merdeka.com
Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.