Beda Tengkleng dan Tongseng, Ketahui Resep Cara Membuatnya

·Bacaan 4 menit

Liputan6.com, Jakarta Tongseng dan tengkleng merupakan salah satu makanan khas Jawa yang cukup populer. Hidangan ini banyak ditemukan di kota Solo dan sekitarnya. Keduanya ini terbuat dari daging kambing yang diolah seperti gulai. Banyak orang sering bingung membedakan tongseng dan tengkleng.

Tongseng dan tengkleng memang sekilas punya tampilan yang serupa. Keduanya merupakan makanan berkuah dengan cita rasa rempah yang kuat. Tongseng dan tengkleng juga biasanya punya dua versi kuah, dengan santan atau tanpa santan.

Namun, di balik tampilannya yang hampir mirip, tongseng dan tengkleng memiliki sejumlah perbedaan. Cita rasa keduanya pun cenderung berbeda. Terkadang, tongseng dan tengkleng masuk dalam satu menu di restoran atau warung makan. Agar tak salah pilih, ada baiknya mengetahui perbedaan antara tongseng dan tengkleng.

Berikut perbedaan tongseng dan tengkleng, dua kuliner yang banyak digemari yang dirangkum Liputan6.com dari berbagai sumber, Senin(11/1/2021).

Asal usul tengkleng

Tengkleng Yu Tentrem merupakan alah satu kuliner khas Solo yang menjadi langganan keluarga Cendana dan Sultan Hamengkuwobono X.(Liputan6.com/Fajar Abrori)
Tengkleng Yu Tentrem merupakan alah satu kuliner khas Solo yang menjadi langganan keluarga Cendana dan Sultan Hamengkuwobono X.(Liputan6.com/Fajar Abrori)

Asal usul tengkleng diyakini berasal dari Solo. Pada masa kolonial, hanya para bangsawan dan orang-orang Belanda lah yang bisa menikmati daging kambing. Sementara rakyat biasa hanya bisa mendapatkan kepala, kaki, tulang dengan sedikit daging yang menempel dan jeroan.

Bahan-bahan inilah yang diolah menjadi tengkleng. Fimasaklah tulang-tulang itu yang tentunya masih menempel sedikit daging. Tengkleng kemudian menjadi makanan khas Solo yang punya banyak penggemar.

Asal usul tongseng

tongseng (sumber: wikimedia commons/Gunawan Kartapranata)
tongseng (sumber: wikimedia commons/Gunawan Kartapranata)

Tongseng diyakini berasal dari Kecamatan Klego, Boyolali, Jawa Tengah. Di kecamatan tersebut bahkan terdapat Patung Sate Tongseng yang menjadi kebanggan masyarakat Klego. Tongseng kemudian menyebar ke seluruh pelosok Indonesia.

Kehadiran tongseng di Indonesia diperkirakan dimulai pada abad ke-18 hingga 19 Masehi. Pada masa itu, bangsa Arab dan India mulai berdatangan ke Indonesia untuk berniaga. Tak hanya berdagang, bangsa India dan Arab juga membawa budaya kulinernya di Indonesia. Salah satu kuliner khas India dan Arab adalah olahan kambing.

Dua bangsa tersebut memberi pengaruh dengan memperkenalkan ragam hidangan kambing dan domba. Seiring waktu berjalan, keturunan bangsa Arab dan India berkembang dan tinggal di Jawa Tengah, Yogyakarta, dan Jawa Timur.

Olahan tongseng hadir seiring bermunculannya pabrik gula pasir, gula merah, dan pabrik kecap. Ini membuat olahan tongseng hadir dengan rasa yang manis. Alasan penamaan tongseng karena masakan ini dibuat dengan cara mengongseng daging kambing yang dicampur dengan kecap, bumbu, irisan tomat, dan kubis.

Penggunaan bagian daging

Tengkleng bu Edi di Pasar Klewer (sumber: surakarta)
Tengkleng bu Edi di Pasar Klewer (sumber: surakarta)

Tengkleng menggunakan bagian tulang kambing yang masih terdapat sedikit daging yang menempel. Tulang yang biasa digunakan adalah tulang kaki. Selain tulang, tengkleng juga biasanya berisi organ seperti hati, babat, dan otak.

Sementara tongseng juga menggunakan daging yang masih melekat pada tulang. Namun, tongseng lebih sering menggunakan bagian tulang iga dan tulang belakang. Tongseng juga kerap ditambahi potongan dadu daging kambing. Dibanding tengkleng, tongseng jauh lebih banyak dagingnya.

Tambahan bahan

Tengkleng Yu Tentrem merupakan alah satu kuliner khas Solo yang menjadi langganan keluarga Cendana dan Sultan Hamengkuwobono X.(Liputan6.com/Fajar Abrori)
Tengkleng Yu Tentrem merupakan alah satu kuliner khas Solo yang menjadi langganan keluarga Cendana dan Sultan Hamengkuwobono X.(Liputan6.com/Fajar Abrori)

Tengkleng cenderung hanya menambahkan organ seperti hati dan babat. Tengkleng hanya berisi tulang dan jeroan kambing dengan kuah yang encer.

Sementara perbedaan yang cukup ketara dengan tongseng adalah tambahan sayurannya. Tongseng memiliki tambahan sayuran berupa kol dan tomat. Biasanya tongseng dijual bersamaan dengan sate kambing.

Bumbu dan kuah

Secara umum, baik tongseng maupun tengkleng sama-sama memiliki kuah gulai. Biasanya, ada dua versi kuah tongseng dan tengkleng, yaitu kuah santan dan kuah tanpa santan.

Yang membedakan adalah kuah tengkleng biasanya jauh lebih encer. Biasanya, tengkleng telah melalui proses perebusan yang lama sehingga kuah kaldunya lebh terasa. Sementara kuah tongseng lebih kental seperti gulai. Selain itu, rasa tongseng biasanya lebih manis karena ada tambahan gula jawa dan kecap.

Beda tongseng dan tengkleng dengan gulai

Gulai - Image by Sharon Ang from Pixabay
Gulai - Image by Sharon Ang from Pixabay

Umumnya, gulai berbahan dasar jeroan kambing seperti babat, usus, paru dan sebagainya. Meski ada jenis gulai yang menggunakan daging sepenuhnya. Bumbu yang digunakan untuk gule mirip dengan bumbu tengkleng.

Dibading dengan tongseng dan tengkleng, rasa gulai lebih gurih dan pekat karena kandungan santannya yang cukup banyak. Gulai kebanyakan berwarna kuning karena mengandung rempah kunyit, kemiri dan sejenisnya.

Resep tengkleng

Tengleng Yu Tentrem terkenal karena kuahnya bening dan tidak berbau prengus.(Liputan6.com/Fajar Abrori)
Tengleng Yu Tentrem terkenal karena kuahnya bening dan tidak berbau prengus.(Liputan6.com/Fajar Abrori)

Bahan:

500 gram iga kambing dan tulang belulang

1 ruas serai, digeprek

1 ruas lengkuas, digeprek

3 lembar daun jeruk

Bumbu Halus:

5 siung bawang putih

7 butir bawang merah

3 buah cabai merah

1 buah bunga pekak

1/4 sdt jintan

1/2 sdt lada bubuk

2 buah kapulaga

kecap, gula, dan garam secukupnya

Cara Membuat:

1. Iga kambing direbus sebentar lalu buang airnya agar kotorannya hilang.

2. Rebus kembali iga kambing pakai panci presto dengan menambahkan lengkuas, serai, dan daun jeruk selama sekitar 20 menit.

3. Tumis bumbu halus. Masukkan daging beserta airnya ke dalam tumisan.

4. Tambahkan kecap, gula, dan garam. Koreksi rasa. Masak hingga airnya setengah menyusut. Sajikan selagi hangat.

Resep tongseng

Ilustrasi Tongseng Kambing Credit: unsplash.com/Steve
Ilustrasi Tongseng Kambing Credit: unsplash.com/Steve

Bahan:

500 gram daging kambing (rebus sebentar dan hilangkan kotorannya)

8 helai kol, iris

1 buah tomat, potong-potong

1 sdt garam halus

1/3 sdt penyedap rasa

gula merah secukupnya

kecap manis secukupnya

minyak goreng

air bersih

lengkuas, geprek

1 batang serai, geprek

2 lembar daun salam

2 lembar daun jeruk

cabai (opsional)

Bumbu Halus:

5 butir bawang merah

4 siung bawang putih

2 cm jahe

Cara Membuat:

1. Panaskan minyak lalu tumis bumbu halus beserta lengkuas, serai, daun salam, dan daun jeruk sampai harum.

2. Masukkan air dan daging.

3. Tambahkan lada, garam, penyedap, gula merah, masak hingga daging benar-benar empuk.

4. Saat kuah sudah kental masukkan kol dan kecap manis.

5. Masukkan tomat dan cabai, masak sampai layu.

6. Koreksi rasa dan tambahkan bumbu jika kurang.

7. Angkat dan sajikan.