Bedah Rencana Besar Persebaya di Piala Menpora: Investasi Pemain Muda

·Bacaan 3 menit

Bola.com, Surabaya - Presiden Persebaya Surabaya, Azrul Ananda, angkat bicara mengenai kekuatan timnya di Piala Menpora 2021. Seperti diketahui, skuat Bajul Ijo diisi oleh mayoritas pemain muda dan tidak merekrut pemain asing.

“Memang di Piala Menpora ini, Persebaya menurunkan tim full lokal dengan sebagian besar pemain adalah binaan Persebaya sendiri, dari Surabaya. Itu keputusan yang kami buat, setelah beberapa pertimbangan-pertimbangan, menyikapi juga apa yang terjadi tahun lalu,” kata Azrul dalam kanal YouTube Official Persebaya.

Pria kelahiran Samarinda itu menuturkan bahwa kebijakan ini tidak lepas dari apa yang dialami oleh Persebaya beberapa tahun terakhir. Azrul mulai menjadi Presiden Persebaya pada 2017 saat baru diakui kembali oleh PSSI dan tampil di Liga 2 2017.

Persebaya mampu menunjukkan trek menanjak selama empat tahun terakhir. Itu dimulai dengan menjuarai Liga 2 2017 di musim pertama di bawah manajemen baru. Prestasi itu sekaligus menjadi tiket ke Liga 1 2018.

Naik kasta, Persebaya terbukti langsung bersaing di papan atas dengan menduduki peringkat kelima klasemen akhir Liga 1 2018. Berikutnya, prestasi Bajul Ijo melejit dengan menghuni posisi runner-up Liga 1 2019.

Latar belakang itu membuat manajemen Persebaya Surabaya berambisi untuk menjadi kampiun Liga 1 2020. Mereka mendatangkan sejumlah pemain top. Satu yang cukup fenomenal adalah kehadiran Makan Konate yang juga diperebutkan oleh tim lain.

Investasi

Para pemain Persebaya Surabaya merayakan gol yang dicetak oleh Samsul Arif (tengah) ke gawang Persik Kediri pada laga Piala Menpora 2021 di Stadion Si Jalak Harupat, Bandung, Selasa (23/3/2021). Samsul Arif  mencetak dua gol dan mengantar Persebaya menang dengan skor 2-1. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)
Para pemain Persebaya Surabaya merayakan gol yang dicetak oleh Samsul Arif (tengah) ke gawang Persik Kediri pada laga Piala Menpora 2021 di Stadion Si Jalak Harupat, Bandung, Selasa (23/3/2021). Samsul Arif mencetak dua gol dan mengantar Persebaya menang dengan skor 2-1. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Manajemen Persebaya Surabaya melakukan investasi besar-besaran dengan ambisi itu. Sayangnya, Liga 1 2020 dibatalkan akibat pandemi Covid-19. Azrul menyebutkan klub mengalami kerugian besar mencapai puluhan miliar rupiah pada tahun 2020.

Hal itulah yang mendorong Persebaya untuk mengubah kebijakan dengan tak lagi jor-joran mendatangkan pemain bintang. Mereka justru ingin memberi kesempatan kepada pemain muda, yang kebanyakan jebolan kompetisi internal Persebaya.

“Kami melihat ini sebagai peluang. Persebaya dalam empat tahun terakhir melakukan investasi lebih banyak dari klub-klub di Indonesia. Saya kira itu bisa dilihat, bagaimana begitu banyaknya pemain muda ini. Begitu bergabung Persebaya, langsung dipanggil timnas,” ucap Azrul.

“Kami melihat PM ini sebagai peluang memberi kesempatan untuk menunjukkan kemampuan sekaligus bahan kami hasil investasi yang dilakukan empat tahun terakhir. Ini turnamen, dapat kesempatan emas.”

“Komposisi pemain emas banyak bintang muda. Kapan lagi dapat kesempatan seperti ini. Di tengah pandemi dan keruwetan, kami malah punya peluang melakukan itu. Kalau belum sesuai harapan, masih ada waktu sebelum liga.”

Kebijakan yang diambil oleh Persebaya ini memang berdampak positif. Klub tak perlu lagi mengeluarkan anggaran besar karena bisa merekrut pemain yang sebelumnya telah berpengalaman di kompetisi internal.

Kesempatan untuk Pemain Muda

Logo Persebaya Surabaya. (Bola.com/Dody Iryawan)
Logo Persebaya Surabaya. (Bola.com/Dody Iryawan)

Di sisi lain, para pemain muda bisa mendapat kesempatan untuk unjuk kemampuan yang dimilikinya. Tercatat terdapat 11 nama yang bisa dikategorikan pemain muda berusia 21 tahun ke bawah.

Mereka adalah Ernando Ari Sutaryadi, Rachmat Irianto, Rizky Ridho, Koko Ari Araya, Kemaluddin, Zulfikar Akhmad, Hambali Tholib, Dicky Kurniawan, Mochammad Supriadi, Marselino Ferdinan, dan Akbar Firmansyah.

Keberadaan mereka dibantu oleh Bejo Sugiantoro dan Uston Nawawi sebagai asisten pelatih. Dua sosok itu merupakan legenda klub yang pernah menangani tim Persebaya U-19 dan Persebaya U-20. Bahkan, Uston mempersembahkan gelar Elite Pro Academy U-20 2019.

“Dan kami punya (pelatih) Coach Aji Santoso yang punya talenta langka. Coach Aji punya mata istimewa yang bisa melihat, menggunakan, dan membina talenta muda yang istimewa yang kami miliki. Kami gunakan Piala Menpora ini sebagai peluang mengorbitkan lagi dan mematangkan yang sudah ada di tim utama. Kami masih optimistis,” tutur Azrul.

Kiprah Persebaya sendiri langsung apik di bawah arahan Aji Santoso yang terkenal doyan memunculkan pemain muda. Mereka mampu menang 2-1 atas Persik Kediri meski bermain dengan 10 pemain sejak menit ke-35, Selasa (23/3/2021).

Dalam laga itu, Aji langsung menurunkan lima pemain muda dalam starting eleven. Mereka adalah Irianto, Koko Ari Araya, Hambali, Supriadi, dan Rizky Ridho.

“Kami masih ada lagi pemain muda yang tinggal menunggu waktu untuk dinaikkan. Kalau Persebaya masih seperti tahun lalu dengan bintang-bintang dengan pemain asing yang top seperti itu, jam terbang mereka akan terhambat,” ujar Azrul.

Video