Beddu Amang, mantan kepala Bulog, meninggal dunia karena sakit

Ahmad Buchori
·Bacaan 2 menit

Menteri Negara Urusan Pangan/ Kepala Bulog periode 1995-1998 Beddu Amang meninggal dunia pada Sabtu sore pukul 17.00 WIB di RS Pondok Indah Jakarta.

Kabar duka ini disampaikan oleh keluarga Beddu Amang melalui pesan singkat yang diterima Antara di Jakarta, Sabtu malam.

"Telah berpulang ke Rahmatullah bapak/Opa kami tercinta, karena sakit:
Prof. DR. Ir. H. Beddu Amang, MA.
Di RS Pondok Indah Jakarta, Sabtu, 09 Januari 2021 Pukul 17.00 WIB.
Mohon dibukakan pintu maaf sebesar-sebesarnya dan keihklasan doa untuk Ayahanda kami tercinta

Wassalam,
Keluarga Alm.Bpk.H.Beddu Amang," tulis pesan tersebut.

Sekretaris Perusahaan Perum Bulog Awaludin Iqbal mengkonfirmasi berita duka tersebut. Iqbal mengatakan bahwa Beddu Amang memang sering melakukan cuci darah, meski pun belum bisa dipastikan penyakit yang dideritanya.

Sosok Beddu Amang sebagai Kepala Bulog dinilai berhasil menjaga ketersediaan pangan di bawah kepemimpinannya, terutama saat krisis pada 1998.

"Beliau yang berhasil menjaga dan mempertahankan ketersediaan pangan, serta ofensif melakukan operasi stabilisasi pada saat krisis pangan tahun 1998," kata Iqbal saat dihubungi Antara.

Sebelum diangkat sebagai Kepala Bulog, Beddu Amang pernah menjadi Asisten I Menteri Negara Pangan (1993-1996) dan Deputi Pengadaan dan Penyaluran Bulog (1998-1999).

Pria kelahiran Ujung Pandang, 7 Agustus pada 84 tahun silam tersebut menamatkan pendidikan sarjananya di Fakultas Pertanian Universitas Gajah Mada.

Ia kemudian melanjutkan pendidikan S2 dan S3 dalam bidang Pembangunan Ekonomi dari University of California, Davis di Amerika Serikat, masing-masing pada 1981 dan 1984.

Beddu juga tercatat pernah menjabat sebagai Ketua Umum PP Perhimpunan Ekonomi Pertanian Indonesia (Perhepi) selama dua periode 1993-1996 dan 1996-1999. Selain itu ia pernah menjabat sebagai Presiden ASAE (Asian Society of Agricultural Economist) periode 1996-1999.

Sejak Juli 1997, ia diangkat sebagai Guru Besar Luar Biasa di Fakultas Pertanian dan Kehutanan, Universitas Hasanuddin, Ujung Pandang.

Baca juga: Beddu Amang pinjamkan Balai Mutiara Makassar untuk Posko COVID-19