Begal Sadis Hanya Berhasil Ambil Rp10 Ribu, Korban Ditusuk

Agus Rahmat, Andrew Tito
·Bacaan 2 menit

VIVA – Aksi komplotan begal sadis, kembali terjadi di wilayah Cengkareng Jakarta Barat. Meski gagal merampas motor korban dan hanya membawa uang Rp10 ribu, tapi korbannya mengalami luka tusuk di punggung.

Peristiwa itu terjadi pada Jumat malam 29 Januari 2021, di Jalan Rawa Kedaung, Cengkareng Timur, Jakarta Barat.

Seorang remaja 17 tahun berinisial A, menjadi korban dengan di tusuk di bagian punggung oleh salah seorang pelaku. Korban bisa selamat dan kendaraannya gagal dibawa kabur komplotan pelaku, setelah ia berteriak. Warga kemudian berdatangan.

Baca juga: Ini Merek Masker Skincare yang Diproduksi Ilegal di Bekasi

Kanit Resmob Polres Metro Jakarta Barat, Iptu Avrilendy menjelaskan, kejadian berawal saat korban berboncengan dengan salah satu teman perempuan, melintas kawasan sepi tersebut.

Ternyata, korban sudah diintai dari jauh oleh kelompok begal tersebut. Melihat sasaran empuk, para komplotan menunggu momentum. Hingga saat berada di lokasi, dimana jalanan tersebut sepi, komplotan begal ini melancarkan aksinya.

Sepeda motor korban dipepet oleh delapan orang yang mengendarai tiga sepeda motor berbocengan. Beberapa dari pelaku yang posisinya di bonceng terlihat memegang senjata tajam yang beberapa kali diarahkan ke korban.

Sempat terjadi cekcok antara salah satu pelaku dan korban. Berdasarkan keterangan korban, para pelaku hendak merampas sepeda motor dan satu unit telepon genggam di saku baju korban.

Tapi tak berhasil, komplotan begal hanya membawa kabur uang Rp10 ribu, saat cekcok tersebut. Namun salah satu pelaku sempat menusuk punggung korban sesaat sebelum melarikan diri.

"Korban melawan, salah satu pelaku menusuk bagian punggung korban setelah itu, warga langsung berdatangan dan pelaku melarikan diri," ujar Avrillendy dikonfirmasi, Sabtu 30 Januari 2021.

Satu dari delapan pelaku berhasil diamankan oleh warga. Saat ini, yang bersangkutan masih menjalani pemeriksaan secara intensif.

Terkait kejadian itu, Unit Resmob Satreskrim Polres Metro Jakarta Barat telah menggelar olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) pada Jumat 29 Januari 2021 malam. Korban turut dihadirkan untuk menjelaskan kronologi detail.

"Saya lihat ramai, terus saya dipepet, terus saya digebukin dan ditusuk. Mereka mau ambil handphone saya," ujar korban.

Dia mengaku tidak mengenal seluruh anggota komplotan begal tersebut.

"Lebih gede dari saya orangnya. Ada delapan orang," ujarnya.