Begini Alur Penerimaan BSU Rp600.000 Menggunakan Bank Himbara dan BSI

Merdeka.com - Merdeka.com - Bantuan subsidi upah (BSU) tahun 2022 resmi cair per 12 September. Dana telah disalurkan ke 4,1 juta penerima, yang memenuhi kriteria ketentuan dan persyaratan. Salah satunya dengan bergaji maksimal Rp3,5 juta per bulan atau sesuai UMP daerah setempat.

BSU yang disalurkan tersebut menjadi langkah pemberian pemerintah kepada masyarakat yang terdampak atas kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) awal September lalu.

Begini alur yang sudah ditetapkan menjadi calon penerimaan BSU hingga penyaluran ke rekening masing-masing:

- Masuk menjadi calon penerima BSU

- Anda termasuk dalam kriteria calon penerima BSU

- Update rekening, dengan menggunakan bank himbara, atau jika anda belum mempunyai salah satu bank himbara maka buatlah rekening baru yang termasuk dari bank himbara, yakni, BNI, BRI, Mandiri, BTN atau Bank Syariah Indonesia (BSI).

- Isi nomor rekening bank anda, pastikan rekening tersebut salah satu dari bank himbara, masih aktif dan atas nama anda sendiri

- Isi no kepesertaan BPJamsostek (KPJ)

- Kemudian pilih nama bank

- Setelah itu proses validasi semua data yang sesuai dengan Permenaker Nomor 10 tahun 2022
- Setelah, semuanya selesai, anda tinggal menunggu proses penyaluran BSU ke rekening yang sudah di daftarkan.

Curhat Penerima BSU Rp600.000

Perlu diketahui, Sebagai informasi, setelah dilakukan serah terima data, Kemnaker akan melakukan check and screening serta pemadanan data sebagaimana yang diatur dalam Peraturan Menteri Ketenagakerjaan RI Nomor 10 Tahun 2022 tentang Pedoman Pemberian Bantuan Pemerintah Berupa Subsidi Gaji/Upah bagi Pekerja/Buruh.

Kementerian Ketenagakerjaan telah menerima 5.099.915 data calon penerima Bantuan Pemerintah Berupa Subsidi Gaji/Upah (BSU) Tahun 2022 dari BPJS Ketenagakerjaan.

Salah satu penerima BSU asal Bogor, Deni (29) menuturkan dirinya sudah mendapatkan penyaluran BSU dari Kemnaker sebesar Rp600.000 yang disalurkan pada tanggal 15 September melalui bank mandiri.

Dia menjelaskan, penyaluran BSU tersebut sangat membantu kebutuhan keluarganya ditengah kenaikan harga BBM.

"Adanya penyaluran BSU tentu saja sangat membantu kami (keluarga). Ini sangat menyulitkan (kenaikan BBM) kami kaum menengah bawah, semua kebutuhan pokok pun ikut naik," ujar Deni seorang butuh pabrik kepada Merdeka.com, Jumat (16/9).

Dia menceritakan jarak dari rumah untuk ke tempat kerja cukup jauh, dan tentu pengeluaran untuk bensin juga harus bertambah karena kenaikan BBM.

"Kalau di bilang bersyukur kami sudah bersyukur dengan penghasilan kami peroleh. Namun semua itu itu juga kan ada perhitungannya buat sebulan ke depan harus di cukup-cukupin," tutur dia. [idr]