Begini Cara Antam Reklamasi Lahan Bekas Tambang di Kalimantan Barat

Merdeka.com - Merdeka.com - Unit Bisnis Pertambangan (UBP) Bauksit PT Aneka Tambang (Antam) di Kalimantan Barat menggandeng Kelompok Tani Mamalam, untuk mengoptimalkan potensi pertanian di bekas lahan tambang.

"Kami juga bersinergi dalam proses reklamasi pada lahan bekas tambang dengan melibatkan Kelompok Tani Mamalam," kata General Manager ANTAM UBP Bauksit Kalimantan Barat, Anas Safriatna saat ditemui di UBP Bauksit, Tayan Hilir, Toba, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, Kamis (22/9).

Dalam mengelola lahan bekas tambang, Antam menggunakan tandan kosong kelapa sawit (tankos) sebagai media tanam. Teksturnya yang berduri dan kaya unsur hara sangat cocok untuk memperbaiki kondisi lahan pasca-tambang sekaligus untuk pengendalian erosi.

Selain sebagai media tanam, tankos juga digunakan sebagai pupuk bagi tanaman endemik daerah Tayan yang ditanam di area reklamasi seperti ulin, tengkawang, durian, dan sebagainya. Para petani Mamalam membantu kegiatan reklamasi ini terutama dalam hal penyediaan bibit dan penanaman.

"Keberadaan Program Mamalam telah memberikan banyak manfaat bagi masyarakat," kata dia.

Anas mengatakan, para petani yang tergabung dalam kelompok ini telah merasakan manfaat dari berbagai produk pertanian dan perikanan yang dikembangkannya. Dengan konsep pertanin agribisnis berkelanjutan dan pendampingan yang dilakukan ANTAM, para petani ini sekarang telah memiliki usaha yang stabil dan berkelanjutan. Sehingga pendapatan dan kapabilitas meningkat, terutama dalam bidang pertanian dan bisnis.

Antam Suntik Dana Rp520 Juta untuk Pelaku UMKM Di Kalbar

Selain itu, Antam juga menjalankan program Pendanaan Usaha Mikro Kecil (PUMK) kepada para pengusaha lokal yang menjadi mitra binaan Perusahaan. Per 30 Agustus, Antam kembali menyalurkan PUMK kepada para pelaku usaha di wilayah UBP Bauksit.

"Pada periode ini, setidaknya ANTAM melakukan penyaluran PUMK sebesar Rp 520 juta di sekitar wilayah operasi UBP Bauksit Kalimantan Barat," kata dia.

Adapun PUMK diberikan dalam bentuk pinjaman dana bergulir. Program ini menyasar mereka para pelaku usaha mikro, kecil dan menengah UMKM.

"Program ini dilakukan dalam rangka meningkatkan nilai tambah ekonomi masyarakat, khususnya yang berada di sekitar area operasi Antam," kata dia.

Selain pemberian bantuan dana, Perusahaan juga kata Anas secara konsisten melaksanakan pelatihan dan pembinaan bagi para mitra. Tujuannya untuk meningkatkan kompetensi usaha yang dimiliki masyarakat.

"Bertumbuh bersama masyarakat guna mewujudkan keberlanjutan, menjadi tujuan ANTAM dengan harapan masyarakat akan lebih berdaya dan mandiri," pungkasnya. [idr]