Begini Cara Grab Bantu Lansia, Penyandang Disabilitas, dan Eks Napi yang #TerusUsaha

·Bacaan 6 menit

Liputan6.com, Jakarta Membantu orang lain merupakan sebuah bentuk kepedulian yang perlu ditanamkan bahkan dilakukan. Apalagi di masa pandemi, nggak sedikit orang yang berada dalam posisi sulit terutama yang berkaitan dengan kehidupan ekonominya.

Melihat fakta bahwa finansial yang menurun selama pandemi, Grab sebagai aplikasi serba bisa terkemuka di Asia Tenggara, ikut berkontribusi dan mendukung Pemerintah, untuk meningkatkan perekonomian.

Ya, Grab kembali membuka Program #TerusUsaha Akselerator yang dikhususkan untuk kalangan UMKM. Menariknya, di batch kedua ini, Grab mengkhususkan bantuan usaha untuk kelompok terpinggirkan dari kalangan UMKM. Mereka adalah para lansia, penyandang disabilitas, serta mantan narapidana.

President of Grab Indonesia Ridzki Kramadibrata menjelaskan, di tengah berbagai situasi yang menantang, kesempatan selalu ada bagi mereka yang mau #TerusUsaha.

Sejalan dengan misi GrabForGood, Grab terus berkomitmen untuk membantu digitalisasi usaha untuk semua dengan menyediakan platform inklusif, agar siapa saja bisa menikmati manfaat dari ekonomi digital.

"Oleh karena itu, Grab terus berkomitmen untuk menyediakan platform yang inklusif guna memastikan semua orang, tak terkecuali lansia, penyandang disabilitas dan mantan narapidana, bisa mandiri dalam era ekonomi digital melalui teknologi Grab," ujar Ridzki.

"Selain teknologi dari platform Grab yang dapat digunakan untuk memulai usaha, program #TerusUsaha Akselerator Batch 2 ini kami hadirkan untuk memberikan pendampingan, pelatihan, serta konsultasi bagi ratusan UMKM, guna meningkatkan kompetensi mereka, agar mereka dapat bersaing di tengah era digital."

Difasilitasi Praktisi Berpengalaman

Dengan hadirnya program ini, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno pun memberikan apresiasinya kepada Grab.

"Program ini jelas menjadi sebuah bentuk kolaborasi yang dihadirkan oleh Grab Indonesia dalam membantu digitalisasi UMKM, sejalan dengan program pemerintah Indonesia," kata Sandi.

Nantinya UMKM yang terpilih, akan dilatih dalam program Grab #TeruUsaha Akeselator. "Kami berharap para peserta dapat belajar, berkonsultasi dan mengembangkan bisnis mereka dengan berbagai wawasan yang akan mereka terima," ujar Sandi.

Lalu kira-kira apa aja sih yang diberikan dari Grab untuk para UMKM yang masuk di tiga golongan ini? Nantinya ratusan UMKM terpilih akan mengikuti pembinaan intensif selama dua bulan bersama para pakar, agar dapat meningkatkan kompetensi dan bisa beradaptasi dalam dunia digital.

Pendaftaran program ini dibuka dari 25 Januari hingga 7 Februari 2021 melalui www.grabforgood.id, dengan rangkaian sesi pelatihan dan peningkatkan keterampilan sebagai berikut:

Acara Inagurasi

Ini merupakan sesi yang dibuka bagi umum dan disiarkan melalui kanal YouTube Grab Indonesia dan Sahabat UMKM pada 10 Februari 2021 dengan tema ‘Kontribusi UMKM sebagai Penggerak Roda Ekonomi Indonesia’.

Sesi ini akan diisi oleh Jenderal (purn) Moeldoko selaku Kepala Staf Kepresidenan, Ridzki Kramadibrata selaku President of Grab Indonesia, dan Amanda Nurani Nataprawira, Owner Tahu Krispi Fatmawati & Cendol Mertua. Dalam acara ini akan diumumkan ratusan UMKM terpilih yang akan mengikuti pelatihan intensif selama dua bulan dan terbagi menjadi 3 fase.

Fase 1-Edukasi yang Mencakup Berbagai Ruang Lingkup Bisnis

Sesi pelatihan dan pembelajaran intensif untuk para UMKM yang akan fokus pada beberapa topik seperti strategi pemulihan ekonomi, pemasaran, literasi keuangan, serta branding dan public relation.

Para UMKM juga akan mendapatkan bekal tentang sosialisasi BPOM serta pelatihan terkait pemahaman sertifikasi halal. Seluruh sesi akan dibawakan oleh para pakar.

Fase 2-Sosialisasi Platform Digital

Di dalam sesi ini, para peserta terpilih akan diberikan pendampingan dalam mendaftar dan mengoperasikan aplikasi Grab seperti GrabExpress, GrabFood, GrabMart, dan GrabKios sesuai dengan lini bisnis mereka.

Selama sesi ini, peserta juga akan diberi pembelajaran dalam membuat strategi pemasaran dan berjualan yang menarik dan efektif agar dapat bersaing di platform digital.

Fase 3-Business Coaching

Ppeserta akan diberi kesempatan berkonsultasi terkait strategi bisnis, produk, strategi pemasaran dengan para mentor. Selama sesi ini perkembangan peserta akan dipantau jika peserta membutuhkan bantuan tambahan.

Di sinilah unggulnya program ini. Tiap sesi akan difasilitasi oleh praktisi yang ahli dan berpengalaman di bidangnya. Turut bergabung menjadi mentor dalam program ini adalah Prof. Soekoso selaku Pejabat Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal, Marko S. Hermawan selaku Kepala bidang Bisnis Internasional di Binus Internasional, Rex Marindo selaku CEO Foodizz, dan juga mentor lainnya dari praktisi pemasaran, brand dan public relation.

Sekadar informasi, program ini merupakan bentuk nyata dukungan Grab terhadap program #BeliKreatifDanauToba yang akan diluncurkan Februari 2021, di mana UMKM Sumatera Utara binaan pemerintah terpilih akan dilatih.

Bukti Nyata Program Akselerator dari Grab

Program Grab #TerusUsaha Akselerator Batch 1 yang digelar Juli 2020 berhasil melatih 50 UMKM terpilih dari puluhan kota di Indonesia. Program ini pun juga menjadi bagian dari inisiatif #TerusUsaha yang diluncurkan pada Juni 2020, untuk mendigitalisasikan lebih banyak UMKM di Indonesia.

Selama masa pandemi, Grab telah menyambut lebih dari 650.000 UMKM baru dan menghadirkan lebih dari 40 inisiatif dan program bagi UMKM yang bekerja sama dengan lebih dari 45 Pemerintah pusat dan daerah.

Nah, salah satu yang berhasil dalam mengembangkan usahanya adalah Rosdiana Nainggolan. Wanita berusia 60 tahun ini adalah pedagang pasar tradisional di Pringgan, Medan yang telah melewati pasang-surut berjualan selama 30 tahun.

Namun dampak pandemi COVID-19 memberi hantaman yang besar untuk usahanya hingga mengalami penurunan penjualan sebesar 70%. Singkat cerita, Rosdiana sempat menolak usulan sang anak agar Rosdiana bergabung menjadi mitra merchant GrabMart yang saat itu bekerja sama dengan PD Pasar Jaya. Alasannya sederhana karena Rosdiana merasa kurang paham menggunakan aplikasi tersebut.

Grab #TerusUsaha.
Grab #TerusUsaha.

"Awal berjualan online, pastinya memiliki banyak tantangan karena belum terbiasa sehingga saya menyerahkan semuanya ke anak untuk mengelola. Namun, sejak melihat pesanan yang datang melalui online tambah banyak, memotivasi saya untuk belajar sendiri mengelola pesanan di GrabMart. Sekarang saya sudah bisa terima dan layani sendiri pesanan online. Ternyata mudah pakai Grab," aku Rosdiana.

Sejak saat itu, Rosdiana bahkan membuka lapangan pekerjaan baru untuk salah satu saudaranya yang kini ikut membantunya berjualan di pasar.

Selain Rosdiana, juga ada Puji Hartono yang akrab disapa Cak Toni. Dia adalah pekerja kontraktor berusia 65 tahun yang sempat gagal menjalankan proyeknya, hingga meninggalkan utang ratusan juta rupiah.

Tentunya di usia senjanya, Toni pun sulit mendapat pekerjaan baru. Salah satu yang bisa dilakukannya adalah membuat usaha. Pada 2016, Toni pun membuka usaha kuliner kaki lima 'Nasi Bakar Cak Toni' di Cirebon.

Dalam kurun waktu setahun, Cak Toni berhasil melunasi utangnya bahkan sampai menyewa tempat untuk berjualan. Pada 2019, Cak Toni mulai memanfaatkan teknologi. Namun ketika akan mendigitalisasi usahanya, bukan berarti Cak Toni langsung paham lho untuk menggunakan teknologi.

Grab #TerusUsaha.
Grab #TerusUsaha.

"Ketika bingung, saya tidak malu untuk bertanya kepada karyawan bagaimana cara menggunakan aplikasi layanan GrabFood. Saya juga mau terus belajar sendiri hingga akhirnya bisa. Untungnya aplikasi GrabMerchant ini mudah digunakan dan ada banyak tutorial buat ngebantu," katanya.

Berkat usahanya yang pantang menyerah di usia yang tak lagi muda, Cak Toni akhirnya berhasil melipatgandakan penjualannya.

"Pesanan yang datang melalui GrabFood sangat membantu penjualan harian usaha saya, bahkan omzet meningkat hingga 80%. Saya juga tetap bisa mempertahankan pendapatan dan karyawan yang sekarang sudah berjumlah 29 orang," ujar Cak Toni yang juga berhasil membantu biaya pendidikan untuk anak dari karyawannya agar bisa melanjutkan sekolah.

(Adv)